4 Sapi Jumbo Asal Polman Terpilih Jadi Hewan Kurban Presiden di Sulbar
Foto : Petugas dari dinas Provinsi dan Kabupaten beberapa waktu lalu memantau kondisi salah satu calon sapi kurban Presiden di Desa Sugihwaras, Kecamatan Wonomulyo, Polman. (Dok)

4 Sapi Jumbo Asal Polman Terpilih Jadi Hewan Kurban Presiden di Sulbar

POLEWALI MANDAR,- 4 ekor sapi berukuran jumbo milik peternak di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar) terpilih menjadi hewan kurban Presiden Prabowo. Seekor sapi dengan bobot mencapai 1.150 kilogram akan disembelih pada pelaksanaan kurban di tingkat Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar)

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Perkebunan, Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (DPTPHP) Polman, Jumadil Tappawali. Dia menyebut 3 sapi lainnya akan didistribusikan ke kabupaten yang tidak memiliki hewan kurban sesuai standar yang ditetapkan, dengan bobot minimal 800 kilogram.

“Pada tahun 2026 ini, sebanyak empat ekor sapi terbaik telah terpilih melalui proses seleksi yang sangat ketat. Dari ke empat sapi tersebut, satu ekor dengan bobot paling tinggi akan disembelih pada pelaksanaan kurban tingkat provinsi,” kata Kadis DPTPHP Polman, Jumadil dalam keterangannya, Rabu (06/05/2026).

Menurut Jumadil, dalam waktu dekat tim dari Kesekretariatan Kepresidenan dijadwalkan melakukan proses penawaran harga kepada empat peternak terpilih secara daring (online). Sementara seluruh proses administrasi akan diselesaikan di tingkat provinsi.

“Dalam proses seleksi tahun ini, total sebanyak 20 ekor sapi turut ambil bagian dan seluruhnya dinilai memiliki kualitas yang sangat baik. Hal ini menunjukkan bahwa antusiasme para peternak dalam mengikuti ajang seleksi sapi kurban bantuan masyarakat dari Presiden terus mengalami peningkatan setiap tahunnya,” terangnya.

Lanjut Jumadil mengatakan, keberhasilan para peternak sapi jumbo di daerah ini tidak lepas dari perjuangan para petugas inseminator Kabupaten Polman. Diakui, dari tangan terampil mereka lahir sapi-sapi andalan dengan bobot luar biasa yang mampu mengharumkan nama daerah hingga ke tingkat nasional dan terpilih sebagai hewan kurban Presiden Prabowo.

“Dengan keberhasilan tersebut, diharapkan kebutuhan sarana prasarana bagi para petugas inseminasi dapat menjadi perhatian serius pemerintah, baik di tingkat daerah, provinsi, maupun pusat, guna mendukung keberlanjutan program peningkatan kualitas ternak di masa mendatang,” tuturnya.

Dia juga berharap, program sapi kurban bantuan Presiden dapat menjadi motivasi dan stimulan pemberdayaan peternak lokal untuk beternak secara profesional sesuai SOP (standar operasional prosedur).

“Sehingga nantinya dapat memberikan nilai tambah secara ekonomi dan kebanggaan bagi peternak, serta mendorong lahirnya peternak milenial yang dapat meningkatkan kualitas ternak,” tandasnya.

Untuk diketahui, 4 ekor sapi terpilih sebagai hewan kurban Presiden semuanya berasal dari Kecamatan Wonomulyo. Masing-masing sapi jenis limosin yang diberi nama Bagong dengan bobot mencapai 1.150 kilogram. Sapi ini milik peternak bernama Muh Nur dari Desa Sumberjo.

Lalu sapi jenis Simental yang diberi nama Bima milik peternak bernama H Iskandar dari Desa Sugihwaras. Sapi ini memiliki bobot 1.053 kilogram.

Selanjutnya sapi jenis Brangus yang diberi nama Blecki milik peternak bernama Muhuammad Yusuf dari Desa Bumimulyo. Sapi ini memiliki bobot 1.011 kilogram.

Terakhir sapi jenis Simental yang diberi nama Arjuna milik peternak bernama Andrian Henri Prayoga dari Desa Sugihwaras dengan bobot 960,3 kilogram.

“Aparat kecamatan dan pemerintah desa setempat akan dilibatkan untuk mendukung pengawasan terhadap sapi-sapi terpilih hingga hari pelaksanaan. Langkah ini dilakukan guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, sekaligus menjaga kondisi dan kesehatan sapi tetap optimal,” pungkas Jumadil. (rls)

__Terbit pada
06/05/2026