Jembatan Pussepang di Polman Amblas gegara Banjir, Pengendara Harus Memutar
Foto : Jembatan Pussepang yang sempat amblas akhirnya dirobohkan di Desa Jambu Malea, Kecamatan Tapango, Kabupaten Polman, Selasa (05/05/2026).

Jembatan Pussepang di Polman Amblas gegara Banjir, Pengendara Harus Memutar

POLEWALI MANDAR,- Jembatan Pussepang yang hubungkan sejumlah wilayah di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar) amblas sedalam 1 meter usai digerus banjir luapan sungai. Pengendara yang hendak lanjutkan perjalanan ke kota harus memutar dan melewati jalan alternatif sejauh 20 kilometer (km).

“Kalau tidak ada ini jembatan, pengendara harus memutar. Kurang lebih 20 kilometer kalau kita memutar,” kata Kepala Dusun Pussepang, Ahmad Haris kepada wartawan, Selasa (05/05/2026).

Jembatan sepanjang 15 meter yang terletak di Dusun Pussepang, Desa Jambu Malea, Kecamatan Tapango ini amblas Senin kemarin (04/05) sekira pukul 09.30 Wita. Penyebabnya, pondasi sisi timur jembatan runtuh usai tergerus arus sungai akibat banjir.

“Itu kan malamnya hujan di hulu, menyebabklan terjadinya banjir, akhirnya pondasinya jembatan terkikis, runtuh,” ungkap Haris.

Menurut Haris, keberaaan jembatan ini sangat viral karena hubungan sejumlah kecamatan di daerah ini.Diantaranya Kecamatan Tapango, Bulo, Matangnga dan Mapilli.

Diakui, jarak yang harus ditempuh sebagian masyarakat dari empat kecamatan itu menjadi lebih dekat ketika hendak ke kota jika melalui jembatan Pussepang.

“Kalau yang melalui jembatan ini banyak, ada sekira 4 kecamatan. Bulo, Matangnga, Tapango terus Mapilli sebagian karena lebih dekat ke kota kalau melewati jalur (jemabatan) ini,” tuturnya.

Dia mengungkapkan, jembatan berusia puluhan tahun ini telah berulang kali mendapat kunjungan dinas terkait untuk dilakukan rehab. Namun hingga saat ini, rencana perbaikan itu tak kunjung terealisasi.

“Memang kondisinya sudah parah ini jembatan, karena dinding-dindingnya saja sudah banyak yang retak dan hilang. Sebenarnya jembatan ini sudah beberapa kali diukur, katanya mau diperbaiki tapi belum ada realisasi sampai sekarang,” tutur Haris.

Haris menambahkan, struktur lantai jembatan yang amblas telah dibongkar menggunakan alat berat. Dia berharap pemerintah segera merealisasikan rencana perbaikan jembatan agar aktifitas warga normal kembali.

“Dibongkar dulu ini untuk sementara, akan dibangun jembatan darurat. Selanjutnya kita tunggu pemerintah membangun jembatan permanen yang lebih kokoh,” pungkasnya. (thaya)

__Terbit pada
05/05/2026