
Mengenal Sapi Kurban Presiden Bernama Blecki Dari Desa Bumimulyo Polman
POLEWALI MANDAR,- Presiden Prabowo Subianto menyumbangkan 7 ekor sapi pilihan untuk dikurbankan di Sulawesi Barat (Sulbar) pada hari raya Idul Adha 2026 mendatang. Dari 7 ekor sapi berukuran jumbo tersebut, satu diberi nama Blecki.
Sapi Blecki dibeli Presiden dari seorang peternak bernama Muhammad Yusuf (31) warga Desa Bumimulyo, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar (Polman).
Sapi berusia 4 tahun ini merupakan jenis Brangus. Hasil persilangan antara sapi Brahman dan Aberdean Angus.
Ketika dilakukan penimbangan beberapa waktu lalu, bobot sapi yang sekujur tubuhnya berwarna hitam ini telah mencapai 1.011 kilogram.
“Beberapa waktu lalu saya dapat telepon dari orang Dinas, mereka menyampaikan kalau sapi saya terpilih jadi sapi kurban Presiden. Masuk nomor urut tiga,” ujar Muhammad Yusuf kepada wartawan, Sabtu (09/05/2026).
Menurut Yusuf, sapi Blecki telah dipelihara sejak berusia 2 tahun. Bibit sapi ini dibeli seharga Rp 25 juta.
Dia mengaku sengaja mempersiapkan sapi Blecki agar masuk nominasi sapi kurban Presiden.
“Dipelihara dari umur 2 tahun. Memang sengaja dipersiapkan sebagai calon sapi kurban Presiden, makanya saya tertarik untuk ikut seleksi,” ungkapnya meyakinkn.
Untuk wujudkan harapannya itu, Yusuf mengaku memberikan perawatan ekstra kepada Blecki. Selain pemberian pakan lebih banyak, Blecki juga dimandikan secara rutin dua kali sehari agar tubuhnya tetap sehat dan kuat.
“Mandi dua kali sehari, makan juga begitu, pagi dan sore. Sejak masuk nominasi, pakannya ditambah, ampas tahu dan dua batang pisang per hari,” tutur Yusuf meyakinkan.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, Yusuf menyebut proses penyembelihan sapi bantuan dari Presiden ini akan dilakukan di wilayah Kecamatan Pamboang, Kabupaten Majene.
“Infonya akan dibawa ke Pamboang, Majene. Akan disembelih disana,” ucapnya.
Yusuf mengaku bangga, sapi yang dipelihara selama 2 tahun terakhir, lolos seleksi dan terpilih menjadi hewan kurban Presiden. Dia mengaku, hal tersebut menjadi motivasi baginya untuk kembali mempersiapkan sapi yang lebih berkuatalis dengan bobot maksimal.
“Senangnya tidak bisa digambarkan, pokoknya saya bangga karena sapinya diambil bapak Presiden. Setelah ini, saya masih akan mencoba pelihara sapi jumbo agar terpilih lagi,” tandasnya.
Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, Yusuf mengaku melakukan penjagaan ekstra sejak sapi Blecki dinyatakan terpilih sebagai hewan kurban presiden.
“Setiap malam kita begadang sampai jam lima subuh, ramai kita berjaga-jaga,” pungkasnya meyakinkan.
Sebelumnya diberitakan, 15 ekor sapi berukuran jumbo milik sejumlah peternak di Sulawesi Barat (Sulbar), masuk nominasi calon sapi Kurban Presiden Prabowo. 7 ekor sapi terpilih akan disebar pada 6 Kabupaten di daerah ini dan 1 untuk Pemerintah Provinsi sebagai bantuan masyarakat dari Presiden.
“Untuk tahun 2026 alhamdulillah sulawesi barat mendapatkan alokasi 7 ekor sama seperti tahun sebelumnya. Masing-masing kabupaten mendapatkan 1, provinsi juga 1, jadi 7 ekor semuanya,” kata Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) pada Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (DTHP) Provinsi Sulbar Nur Kadar, saat memantau dan memeriksa kondisi sejumlah sapi calon kurban presiden di Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polman, Jumat (17/04). (thaya)







