Satpol PP Sulbar Jaring 6 Siswa Bolos Sekolah di Mamuju
Foto Istimewa : Pelajar yang terjaring bolos sekolah mendapat pembinaan di kantor Satpol PP Sulbar, Kamis (07/05/2026).

Satpol PP Sulbar Jaring 6 Siswa Bolos Sekolah di Mamuju

MAMUJU,- Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) menjaring enam siswa yang kedapatan berada di luar sekolah saat jam pelajaran berlangsung. Pelajar yang terjaring langsung diamankan di Kantor Satpol PP Sulbar untuk mendapat pembinaan.

Operasi bersama Satpol PP Kabupaten Mamuju, digelar Rabu (06/05).
Menyasar pelajar tingkat SMA/SMK tersebut.

Kepala Bidang Penegakan Peraturan Perundang-undangan Daerah (PPUD), Dermawan menyampaikan, operasi tertib pelajar dilaksanakan di seluruh wilayah Sulbar melibatkan Satpol PP kabupaten di masing-masing daerah.

“Pelaksanaan operasi ini tidak hanya di Mamuju, tetapi juga dilakukan di seluruh kabupaten se-Sulawesi Barat oleh Satpol PP setempat, adapun waktunya itu disesuaikan dengan kesiapan masing-masing, namanya operasi itu sewaktu-waktu atau tiba-tiba untuk menghindari kebocoran informasi,” kata Dermawan dalam keterangannya, Kamis (07/05/2026).

Lanjut Dermawan menjelaskan, pelajar yang terjaring langsung dibawa ke kantor Satpol PP untuk dilakukan pendataan dan pembinaan.

“Setelah diberikan arahan, para siswa tersebut kemudian dikembalikan ke pihak sekolah,” ungkap Dermawan.

Sementara Kepala Satpol PP dan Damkar Provinsi Sulawesi Barat, Aksan Amrullah, menegaskan pentingnya kedisiplinan dan kesungguhan belajar bagi generasi muda sebagai penerus bangsa.

“Para siswa adalah generasi penerus yang akan melanjutkan estafet pembangunan. Masa depan harus diraih dengan belajar, disiplin, dan ketekunan. Jika semangat belajar rendah, tentu akan berdampak pada kualitas generasi ke depan,” tegasnya.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMK Rangas, Nadamar, mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, operasi tertib pelajar sangat membantu pihak sekolah dalam menegakkan disiplin siswa.

“Ini merupakan bentuk tanggung jawab bersama dalam memastikan siswa tetap disiplin, fokus belajar, dan menjalankan kewajibannya sebagai pelajar,” tandasnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat menekan angka pelanggaran di kalangan pelajar, memberikan rasa aman bagi orang tua, serta mencegah siswa dari berbagai perilaku negatif seperti penyalahgunaan zat adiktif, tawuran, dan aktivitas menyimpang lainnya.(rls)

__Terbit pada
07/05/2026