Terjaring Razia, Puluhan Siswa SMK di Wonomulyo Disanksi

Terjaring Razia, Puluhan Siswa SMK di Wonomulyo Disanksi

WONOMULYO,- Petugas gabungan dari TNI-POLRI dan Trantib Kecamatan Wonomulyo, merazia puluhan siswa salah satu Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di daerah ini, yang berkeliaran di luar sekolah saat jam pelajaran berlangsung.

Para siswa yang terjaring razia sempat berupaya kabur, namun gagal setelah dikepung petugas.

Razia yang berlangsung di Jalan Pemuda, Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar, Kamis siang (06/02/20), digelar menindak lanjuti laporan warga yang resah banyaknya siswa yang kerap berkeliaran saat jam pelajaran.

Siswa yang terjaring razia sempat berdalih sedang beristirahat, namun petugas curiga lantaran mereka berada di luar sekolah dengan membawa tas dan seluruh buku pelajaran. Beberapa diantaranya didapati sudah berganti pakaian sambil merokok.

“  Razia yang kami lakukan, berdasarkan laporan warga yang resah melihat banyaknya anak sekolah kerap berkeliaran atau nongkrong di rumah mereka, atas dasar kesepakatan para guru dan kepala sekolah juga, makanya kami melakukan razia “ kata Tratib Kecamatan Wonomulyo, Yudi kepada wartawan.

Menurut Yudi, tidak sedikit siswa adalah orang sama yang telah berulang kali terjaring razia, “ Ada anak sekolah yang sudah berulang kali kedapatan razia, melanggar, bolos saat jam pelajaran masih berlangsung, kami melakukan razia bagaimana anak-anak bisa mengikuti pelajaran dengan baik “ tandas Yudi.

Yudi juga mengungkapkan, razia juga digelar untuk mengantisipasi anak-anak terlibat perkelahian saat berada di luar sekolah, “ Terkhusus untuk SMK Muhammadyah, karena kemarin menindak lanjuti laporan masyarakat dan guru di mana terjadi pengeroyokan, yang mana sudah ada beberapa siswa yang mendapat pembinaan dari polsek, jadi para siswa di sekolah tersebut terus kami awasi “ ujarnya.

Puluhan siswa yang terjaring razia, langsung digelandang petugas kembali ke sekolah tempat mereka menuntut ilmu, dengan cara berjalan jongkok, hingga mengundang perhatian warga.

Sesampainya di sekolah, siswa yang membolos kembali mendapat sanksi pembinaan,  dengan melakukan penghormatan kepada bendera merah putih. Beberapa diantaranya terpaksa dicukur oleh salah seorang guru, karena rambutnya yang gondrong melanggar tata tertib sekolah.  (Thaya)

__Terbit pada
06/02/2020