
Pria di Polman Diduga Aniaya 2 Anaknya Lalu Direkam, Pelaku Diamankan
POLEWALI MANDAR,- Pria berinisial HR (30) di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar), diamankan usai diduga menganiaya anaknya inisial HA (10) dan NA (7) lalu direkam hingga videonya viral di media sosial. Pelaku berdalih berpura-pura agar istrinya yang sudah sebulan meninggalkan rumah segera pulang.
“Usai mendapat laporan dari masyarakat yang viral di media sosial, kami langsung melakukan penyelidikan dan mengamankan terduga pelaku untuk diklarifikasi,” kata Kapolsek Urban Wonomulyo, AKP Sandy Indrajatiwiguna kepada wartawan, Sabtu (18/04/2026).
Pelaku diamankan saat berada di rumahnya di Kelurahan Matakali, Kecamatan Matakali, Jumat malam (17/04) sekira pukul 23.00 WITA. Diketahui, video dugaan penganiayaan itu dibuat pelaku pada Minggu malam (12/04) lalu.
“Pelaku mengaku sengaja merekam dirinya sedang memarahi kedua anaknya sambil memukul menggunakan gagang alat pel lantai,” ungkap Sandy.
Berdasarkan keterangan yang diperoleh, Sandy menyebut pelaku berpura-pura melakukan penganiayaan. Tujuannya, agar sang istri yang telah lama meninggalkan rumah merasa tersentuh dan segera pulang.
“Pelaku mengaku pemukulan tersebut hanya berpura-pura dan tidak terlalu keras, hanya untuk memperlihatkan kepada istrinya yang telah meninggalkan rumah sejak sebulan lalu mau kembali pulang,” terangnya.
Menurut Sandy, video dugaan penganiayaan tersebut awalnya hendak dikirim pelaku kepada istrinya inisial AN (35). Karena kontaknya telah diblokir, video tersebut akhirnya dikirim pelaku kepada salah satu kerabat istrinya.
“Pelaku diblokir oleh istrinya, maka hasil rekaman tersebut dikirim kepada keluarga istirnya yang kemudian memposting video tersebut hingga viral,” ujarnya
Diakui Sandy, hubungan pelaku dan istrinya berinisial AN (35) sedang tidak harmonis. Akibatnya kedua anaknya menjadi korban.
“Awal mulainya dari suami istri ini bertengkar mengakibatkan anak menjadi pelampiasan,” tuturnya.
Untuk kepentingan lebih lanjut, kedua anak yang diduga menjadi korban kekerasan diserahkan kepada kerabat ibunya. Polisi juga akan melakukan upaya mediasi antara pelaku dan istrinya.
“Untuk sementara kedua anak tersebut diserahkan sama keluarga ibunya. Akan diupayakan mediasi antara pelaku dan istrinya difasilitasi pemerintah setempat dan bhabinkamtibmas,” ucap Sandy.
Sandy menyebut pelaku telah meminta maaf dan berjanji tidak mengulangi perbuatannya.
“Pelaku mengaku bersalah dan telah meminta maaf. Dia juga berjanji tidak mengulangi perbuatannya dan sementara kita wajib laporkan,” tandasnya.
Sementara pelaku HR, berharap sang istri mau segera pulang. Dia berjanji akan memperbaiki diri dan mengikuti semua permintaan sang istri asal bersedia kembali berkumpul bersama keluarganya.
“itu cuman main-main (video) supaya kasihan ibunya supaya mau pulang mau sama saya lagi, saya masih sayang. Saya berbuat begitu karena sayang sama istri supaya mau pulang, siang malam saya nangis, supaya bisa kumpul kembali..pulang anak masih kecil semua saya juga rindu..apa yang tidak kau suka saya rubah, apa yang kau bilang saya ikuti..pulang,” ucapnya meyakinkan.
HR juga menyampaikan permohonan maaf kepada semua warga karena video yang dibuatnya telah menimbulkan kegaduhan khususnya di media sosial.
“Saya minta maaf kalau memang ada salah..semua yang lihat videoku saya minta maaf karena saya cuman ingin istriku cepat pulang, supaya bisa cepat berkumpul lagi bersama keluarga,” pungkasnya.
Dalam potongan video pendek yang beredar, terlihat dua bocah laki-laki menangis diduga akibat penganiayaan yang dilakukan ayahnya.
Tampak pelaku berulang kali mengayunkan sebuah kayu hingga membuat kedua korban histeris ketakutan.
“Gara-gara emak mu saya gila, diam-diam..gara-gara emak mu makin gila ka, diam..diam..nabikin gila ka emak mu,” ujar pria dalam video. (thaya)







