
15 Ekor Sapi Jumbo di Sulbar Masuk Nominasi Calon Kurban Presiden Prabowo
POLEWALI MANDAR,- Sedikitnya 15 ekor sapi berukuran jumbo milik sejumlah peternak di Sulawesi Barat (Sulbar), masuk nominasi calon sapi Kurban Presiden Prabowo. Sejumlah sapi yang masuk nominasi memiliki bobot hingga lebih 1 ton.
Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) pada Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (DTHP) Provinsi Sulbar Nur Kadar, saat memantau dan memeriksa kondisi sejumlah sapi calon kurban presiden di Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polman, Jumat (17/04) kemarin.
“Kalau di Sulawesi Barat yang masuk di data kami, data dari kabupaten itu jumlahnya 15 ekor. Disaring lagi menjadi 7 ekor,” kata Nur Kadar kepad wartawan, Jumat (17/04/2026).
Menurutnya, dari 15 sapi yang masuk nominasi akan dipilih 7 ekor sebagai hewan kurban Presiden. 7 ekor sapi terpilih akan disebar pada 6 Kabupaten di daerah ini dan 1 untuk Provinsi sebagai bantuan masyarakat dari Presiden.
“Untuk tahun 2026 alhamdulillah sulawesi barat mendapatkan alokasi 7 ekor sama seperti tahun sebelumnya. Masing-masing kabupaten mendapatkan 1, provinsi juga 1, jadi 7 ekor semuanya,” terangnya.
Nur Kadar menerangkan sejumlah kriteria yang harus dipenuhi sebagai calon sapi kurban Presiden. Selain harus memenuhi syariat Islam, setiap ekor sapi harus memiliki bobot minimal 800 kilogram.
“Kriteria penilaian, tetap harus berdasarkan syariat islam untuk qurban, sehat, tidak cacat, dan untuk kalau kriteria sapi bantuan masyarakat presiden prabowo itu beratnya harus di atas 800 kilogram,” tuturnya.
Lanjut Nur Kadar, daerah yang tidak memiliki sapi yang memenuhi ketiga persyaratan tersebut dapat memilih sapi dari daerah lain. Termasuk dari Kabupaten Polman yang diakui memiliki sejumlah sapi berukuran jumbo hingga bobotnya lebih dari 1 ton.
“Kalau memang di daerah lain tidak ada sapi yang memenuhi kriteria, mungkin kita ambil dari daerah lain. Saya lihat datanya ada 3 ekor sapi dari Polman yang di atas 1 ton,” ungkapnya.
Terkait penentuan harga, Nur Kadar menyebut tetap mengacu pada harga yang ada di Kabupaten. Proses tawar menawar akan dilakukan langsung para peternak dan pihak Istana Kepresidenan.
Diakui, harga yang disepakati juga meliputi biaya biaya pemeliharaan sapi hingga hari Kurban, pemeriksaan kesehatan dan mobilisasi menuju lokasi penyembelihan.
“Harga harga itu sudah iclude untuk biaya pemelihaaan sampai hari H, biaya transportasi sampai tujuan dan biaya pemeriksaan kesehatan karena harus kita pastikan paksikan kesehatannya,” pungkas Nur Kadar.
Sementara salah satu peternak bernama H Iskandar Gani mengaku bersyukur sapinya bisa masuk nominasi calon hewan kurban Presiden.
Warga Desa Sugihwaras, Kecamatan Wonomulyo itu menyebut, sapi simental miliknya yang diberi nama Bima memiliki bobot hingga 1053 kilogram.
“Namanya Bima,jenis simental, waktu diukur beratnya sampai 1053 kilogram. Tentunya saya merasa senang sapi saya masuk nominasi calon kurban presiden, menjadi kebanggaan tersendiri bagi kami sebagai peternak kalau sapi kami bisa terpilih,” pungkasnya meyakinkan. (thaya)







