TBM dan Pokir
Penulis / Redaksi:
admin
Rabu, 10 Agustus 2022 20:42 WITA
507 tayangan
3 menit baca
M Danial
NETWORKER kebudayaan Halim HD kagum dan bangga kehadiran Taman Budaya dan Museum (TBM) Sulawesi Barat Buttu Ciping, Tinambung, Polewali Mandar. Rasa kgum dan kebanggaan dilontarkan di hadapan sejumlah politisi DPRD Sulawesi Barat, para budayawan dan penggiat budaya. Mereka hadir dalam dialog dan orasi budaya Halim HD. Temanya singkat dan padat. Hanya empat suku kata, namun sarat makna: "Merentang visi mengembangkan tradisi".
"Saya kagum dan bangga dengan kehadiran Taman Budaya dan Museum di tempat ini, di Buttu Ciping. Semua taman budaya di provinsi di Indonesia pernah saya lihat, tapi lingkungan TBM Sulawesi Barat tidak dimiliki taman budaya lain di Indonesia," ungkap Halim HD. Hadirin menyambut dengan aplaus meriah yang melambungkan semangat tentang TBM Buttu Ciping.
Pada bagian lain orasinya, Halim HD berharap sistem ekologis lingkungan TBM Buttu Ciping terpelihara dengan baik. Menjadi tanggung jawab bersama merawat yang sudah ada dalam konteks besar kebudayaan. Harapan besarnya, nilai sejarah bukit Buttu Ciping menjadi tempat membikin tonggak kebudayaan di Sulawesi Barat. Karena itulah, diperlukan strategi yang dirancang bersama dengan memahami makna dan nilai-nilai dalam kebudayaan. Sangat penting juga, katanya, keberpihakan pada gagasan besar lahirnya TBM di Buttu Ciping.
"Jika Anda mau menjadikan (TBM) sebagai ikon Sulawesi Barat beberapa tahun ke depan, maka harus ada komitmen keberpihakan Anda yang sungguh-sungguh untuk TBM ini," budayawan, penulis dan kritikus sastra berusia 71 tahun itu, seolah memberi "PR" kepada pemerintah dan para politisi DPRD sebagai pemangku kebijakan di Sulbar.
Sebelum orasi budaya Halim HD, Ketua DPRD Sulbar Suraidah Suhardi menyatakan apresiasi dan salut pada gagasan menghadirkan TBM sebagai bentuk komitmen pada kebudayaan, yang harus dirawat dan dikembangkan bersama. Karena itulah, katanya, ia sejak awal memberi dukungan untuk terwujudnya TBM Buttu Ciping.
Kehadiran Ketua dan beberapa anggota DPRD Sulbar pada acara itu, menjadi penyemangat para budayawan, penggiat seni dan pemerhati budaya untuk "pembumian" kebudayaan lokal. Menurut mereka, setidaknya kehadiran para politisi menjadi harapan besar untuk merawat keanekaragaman budaya dan kesenian Mandar dan Sulbar dengan memaksimalkan keberadaan TBM Buttu Ciping.
Tidak heran, para pembicara dalam sesi dialog memanfaatkan kesempatan "curhat" soal TBM Buttu Ciping dan pengembangannya ke depan. Tidak tanggung-tanggung, menukik pada soal dana aspirasi atau Pokir (pokok-pokok) pikiran anggota dewan agar diarahkan untuk TBM Buttu Ciping. Desakan itu cukup beralasan. Selain untuk kelanjutan penyediaan sarana dan prasarana TBM yang digagas menjadi ikon Sulbar, dana operasionalnya pun tidak tersedia anggarannya. Itu pengakuan Kepala UPTD TBM Buttu Ciping, Ika Lisrayani. Waduh, gawat!
"Kita sangat berharap anggota dewan yang hadir sekarang, siap berkomitmen dana pokirnya untuk TBM Buttu Ciping," seorang pembicara menantang Ketua DPRD dan para politisi yang duduk berhadapan audiens. Tentu saja, maksudnya tidak semua dana pokir harus untuk TBM. Menanggapi tantangan itu, para anggota dewan bergeming dengan melempar bola kepada Pemprov, khususnya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sulbar. Katanya, tugas DPRD membahas anggaran bersama eksekutif. Artinya, tergantung apa yang diusulkan pihak eksekutif.
Nama para wakil ketua dan anggota DPRD Sulbar dari Polman tercantum dalam list undangan panitia acara TBM pada Kamis 4 Agustus siang. Tidak semua hadir mendengar langsung aspirasi yang membuncah pada acara tersebut. Semoga bukan lantaran tidak punya perhatian dan kepedulian. Apatah lagi komitmen terhadap pembangunan dan pelestarian kebudayaan daerah sebagai bagian tak terpisahkan dari kebudayaan nasional.
Akankah soal TBM dan Pokir menjadi ukuran perhatian, kepedulian dan komitmen para anggota dewan kepada rakyat yang diwakili ? Pertanyaan lain, bagaimana pula perhatian dan komitmen keberpihakan pemegang otoritas kebijakan pemerintahan Sulbar dalam penyusunan anggaran ke depan. Wallahu alam. (*)
admin
Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.
