POLEWALI MANDAR,- Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Polewali Mandar menggelar sosialisasi keimigrasian dengan menyasar kalangan pelajar di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar). Dalam kegiatan tersebut, para siswa tidak hanya mendapatkan edukasi mengenai layanan keimigrasian, tetapi juga diperkenalkan dengan Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan (Poltekimipas), sekolah kedinasan di bawah naungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia.
Kegiatan bertajuk Immigration Goes to School tersebut berlangsung di Aula Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Polman, Kelurahan Matakali, Kecamatan Matakali, Rabu (04/11), sekitar pukul 09.30 WITA. Kegiatan ini diikuti ratusan siswa-siswi MAN 2 Polman bersama sejumlah tenaga pendidik.
Sosialisasi dibuka langsung oleh Kepala Seksi Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian Kantor Imigrasi Polewali Mandar, Hendra Saputra, didampingi Kepala MAN 2 Polman, Bungarosi.
Dalam sambutannya, Hendra mengatakan kegiatan tersebut bertujuan memberikan pemahaman kepada para pelajar mengenai tugas dan fungsi keimigrasian, termasuk pelayanan paspor serta tata cara pendaftaran melalui aplikasi M-Paspor.
"Maksud dan tujuan kami untuk mensosialisasikan, menginformasikan tentang imigrasi, baik paspor dan cara pendaftaran aplikasi m pasport," kata Hendra dalam sambutannya, Rabu (04/11/2026).
Selain memperkenalkan berbagai layanan keimigrasian, Tim Imigrasi Polewali Mandar juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mensosialisasikan peluang pendidikan dan karier melalui Poltekimipas.
Hendra menyebut, pengenalan sekolah kedinasan tersebut secara khusus menyasar siswa yang sebentar lagi menyelesaikan pendidikan tingkat menengah atas.
"Dan tujuan utama memperkenalkan sekolah kedinasan kami. Target utama kami adek-adek kelas tiga yang akan segera lulus, mungkin ada yang ingin melanjutkan karir di Imigrasi, mungkin bisa melanjutkan di sekolah kedinasan kami," tandasnya.
Sementara Kepala MAN 2 Polman, Bungarosi, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kantor Imigrasi Polman yang telah memilih sekolahnya sebagai lokasi pelaksanaan sosialisasi.
Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan manfaat tidak hanya bagi para siswa, tetapi juga bagi jajaran guru dan pihak madrasah dalam memahami berbagai persoalan keimigrasian.
"Alhamdulillah, terima kasih kepada imigrasi yang telah memilih sekolah kami sebagai tempat kegiatan. Ini sangat bermanfaat tidak hanya bagi para siswa-siswi yang ada di MAN 2, tetapi bagi kami kepala madrasah dan guru-guru semua sangat antusias mengikuti sosialisasi ini," terangnya.
Dia menilai edukasi keimigrasian penting diberikan sejak dini karena berbagai aktivitas masyarakat berkaitan langsung dengan pelayanan Imigrasi, mulai dari bekerja di luar negeri hingga keperluan perjalanan ibadah ke Tanah Suci.
"Persoalan yang ada di masyarakat banyak kaitan dengan kantor Imigrasi, mau bekerja di luar negeri, ibadah (haji/umroh) berurusan dengan imigrasi," ucapnya.
Bungarosi juga mengungkapkan para siswa terlihat antusias ketika pemateri mulai menjelaskan mengenai Poltekimipas. Menurutnya, informasi tentang sekolah kedinasan tersebut dapat membuka peluang bagi siswa untuk melanjutkan pendidikan sekaligus meniti karier di bidang keimigrasian dan pemasyarakatan.
"Informasi tentang sekolah kedinasan itu sangat penting, karena ketika para siswa lulus dari sekolah kedinasan itu, bisa langsung kerja di kantor Imigrasi, anak-anak sangat antusias," tandasnya.
Salah satu siswa MAN 2 Polman, Rifki Hafif, mengaku bersyukur dapat mengikuti kegiatan tersebut. Dia menilai sosialisasi itu memberikan wawasan baru mengenai keimigrasian sekaligus membuka peluang untuk melanjutkan pendidikan melalui jalur sekolah kedinasan.
"Sosialisasi ini sangat bagus, karena kita bisa memahami prosedur dan mekanisme keimigrasian. Dan saya sangat tertarik masuk sekolah kedinasan imigrasi karena menjanjikan lapangan kerja yang lebih nyata," pungkasnya. (thaya)
