Sambangi MAN 1 Majene, Imigrasi Polman Kenalkan Layanan Paspor hingga Poltekimipas
Penulis / Redaksi:
admin
Jumat, 9 Oktober 2026 10:03 WITA
154 tayangan
3 menit baca
MAJENE,- Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Polewali Mandar (Polman) menggelar kegiatan Immigration Goes to School di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Majene, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat (Sulbar). Tujuannya untuk meningkatkan pemahaman pelajar mengenai fungsi dan layanan keimigrasian sekaligus menanamkan kesadaran hukum sejak dini.
Kegiatan ini berlangsung di Aula MAN 1 Majene, Jalan Sultan Hasanuddin Nomor 32, Tande Timur, Kecamatan Banggae Timur, Kamis kemarin (08/10). Menjadi sarana bagi Imigrasi Polman untuk memberikan edukasi langsung kepada siswa mengenai pentingnya mematuhi peraturan keimigrasian dan memanfaatkan layanan resmi yang disediakan pemerintah.
Dalam pemaparan materi, Tim Imigrasi Polman memperkenalkan berbagai layanan keimigrasian yang dapat diakses masyarakat, termasuk pelayanan paspor. Para siswa juga mendapatkan informasi mengenai pengembangan layanan di Kantor Imigrasi Polman yang diarahkan untuk memberikan kemudahan, kecepatan, transparansi, dan akuntabilitas.
Selain itu, siswa juga dibekali pemahaman mengenai pentingnya menjaga dokumen perjalanan serta menaati ketentuan yang berlaku saat bepergian ke luar negeri.Pengetahuan tersebut diharapkan menjadi bekal bagi para siswa yang kelak ingin melanjutkan pendidikan, mengikuti program pertukaran pelajar, berwisata, maupun melakukan perjalanan internasional lainnya.
Tak hanya membahas pelayanan, Tim Imigrasi Polman juga memperkenalkan peluang pendidikan dan karier melalui Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan (Poltekimipas), sekolah kedinasan di lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia.
Pengenalan tersebut menarik perhatian siswa yang ingin mengetahui lebih jauh tentang pendidikan kedinasan, proses penerimaan taruna, kehidupan selama menjalani pendidikan, hingga peluang karier setelah lulus.
Melalui informasi ini, para siswa diharapkan semakin mengenal pilihan pendidikan dan profesi di bidang keimigrasian dan pemasyarakatan sebagai salah satu alternatif untuk melanjutkan pendidikan setelah menyelesaikan sekolah menengah.
Kegiatan berlangsung interaktif. Siswa dan guru diberi kesempatan mengajukan pertanyaan secara langsung mengenai pelayanan paspor, perjalanan ke luar negeri, peraturan keimigrasian, hingga informasi penerimaan di Poltekimipas.
Kepala Seksi Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian Kantor Imigrasi Polman, Hendra Saputra, mengatakan edukasi keimigrasian kepada pelajar penting untuk memperluas pemahaman generasi muda mengenai tugas dan fungsi imigrasi.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan kesadaran bahwa urusan keimigrasian tidak hanya soal paspor, tetapi juga menyangkut kedaulatan negara dan perlindungan masyarakat. Generasi muda harus tahu bahwa layanan keimigrasian kini semakin mudah diakses, cepat, dan berbasis teknologi,” ujar Hendra dalam keterangannya, Jumat (09/10/2026).
Dia menambahkan, kegiatan Immigration Goes to School merupakan bagian dari upaya Imigrasi Polman membangun kesadaran hukum di kalangan pelajar sekaligus memberikan informasi yang benar mengenai prosedur dan layanan keimigrasian.
“Edukasi kepada generasi muda penting sebagai langkah preventif agar masyarakat memiliki pengetahuan yang benar mengenai aturan keimigrasian dan terhindar dari informasi yang keliru maupun praktik layanan tidak resmi,” terangnya.
Menurut Hendra, kehadiran petugas imigrasi di lingkungan sekolah juga menjadi upaya memperkuat hubungan antara institusi pemerintah dan generasi muda. Melalui edukasi secara langsung, pelajar diharapkan semakin memahami pentingnya pelayanan publik yang mudah diakses, transparan, dan tepercaya.
“Kantor Imigrasi Polman akan terus hadir memberikan pelayanan, edukasi, dan informasi keimigrasian kepada masyarakat serta mendorong generasi muda untuk menjadi masyarakat yang sadar hukum, melek informasi, dan siap menghadapi berbagai peluang di tingkat nasional maupun internasional,” pungkasnya.
Sementara Kepala MAN 1 Majene, Yusbar mengapresiasi pelaksanaan kegiatan Immigration Goes to School tersebut. Menurutnya, edukasi keimigrasian memberikan pengetahuan baru kepada siswa yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan Immigration Goes to School ini. Semoga para siswa dapat mengikuti kegiatan dengan baik dan informasi yang diperoleh dapat disampaikan kembali kepada keluarga maupun masyarakat di lingkungan masing-masing,” ujar Yusbar.
Dia menambahkan, edukasi tersebut relevan dengan kebutuhan generasi muda yang akan menghadapi perkembangan teknologi, meningkatnya mobilitas internasional, serta beragam peluang pendidikan dan pekerjaan di luar negeri.
Dengan adanya kegiatan ini, siswa diharapkan tidak hanya memahami prosedur layanan keimigrasian, tetapi juga mampu menjadi sumber informasi yang benar bagi keluarga dan masyarakat di sekitarnya. (rls)
admin
Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.
