Kamis, 5 November 2026 • 00:00:00 WITA
BREAKING NEWS
PACEKO.com
Menu Navigasi

Kakek Sakit di Mamasa Ditandu 15 Km ke Puskesmas gegara Jalan Rusak

Penulis / Redaksi: admin
Kamis, 5 November 2026 14:05 WITA 14 tayangan 3 menit baca
Kakek Sakit di Mamasa Ditandu 15 Km ke Puskesmas gegara Jalan Rusak
Foto ilustrasi / Dokumentasi Sosial - PACEKO.com PACEKO
Bagikan: Disalin!

MAMASA,- Seorang pria bernama Petrus (78) yang sakit terpaksa ditandu sejauh 15 kilometer (km) untuk mendapatkan penanganan medis di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar), gegara jalan rusak sulit dilalui kendaraan. Warga harus berjalan kaki memikul tandu selama tujuh jam.

 

Dalam potongan video yang dilihat pada Kamis (05/11), tampak sejumlah pria dewasa bergotong royong memikul tandu sederhana yang terbuat dari potongan bambu dan kain sarung.

 

Tandu tersebut juga dilengkapi terpal untuk melindungi pasien dari paparan panas maupun hujan.

Para warga terlihat berjalan kaki melewati medan jalan yang berbatu dan becek sambil bergantian memikul tandu demi membawa Petrus menuju lokasi yang bisa dijangkau kendaraan.

 

“Ditandu sekitar 15 kilometer. Sekitar 7 jam,” kata Aparat Desa Baruru, Habel kepada wartawan melalui sambungan telepon, Kamis (05/11/2026).

 

Perjuangan warga memikul tandu pasien yang terekam kamera dan viral di media sosial (medsos) itu terjadi di Kecamatan Aralle, Senin (2/11). Warga harus menandu Petrus dari kampung halamannya di Desa Baruru menuju Desa Ralleanak, yang sudah dapat dijangkau kendaraan roda empat.

 

“Kalau tidak salah bengkak kakinya dan sering sakit pinggang sehingga sulit bergerak. Mau dibawa ke Puskesmas Aralle, ditandu dari Baruru sampai perbatasan Desa Ralleanak Utara, karena sudah bisa naik mobil di situ,” ungkap Habel.

 

Habel menuturkan, buruknya kondisi infrastruktur jalan menuju Desa Baruru bukan persoalan baru bagi masyarakat setempat.  Akibatnya, warga yang jatuh sakit dan membutuhkan penanganan medis kerap harus ditandu untuk mencapai fasilitas kesehatan.

 

“Sudah lama seperti itu (rusak), bukan pertama kali menandu (pasien). Bahkan beberapa kali orang meninggal di jalan harus ditandu,” terangnya.

 

Menurutnya, kerusakan jalan tersebut sempat mendapat penanganan darurat dengan cara ditimbun beberapa bulan lalu. Namun, kondisi jalan kembali rusak setelah diguyur hujan.

 

“Sekitar empat bulan lalu pernah ditimbun. Tapi namanya ditimbun, kalau dua tiga kali hujan kondisinya kembali ke semula, berlobang,” bebernya.

 

Habel mengakui, buruknya akses jalan sangat berdampak terhadap aktivitas masyarakat, termasuk perekonomian warga. Kondisi itu semakin menyulitkan ketika ada warga yang membutuhkan penanganan medis darurat karena harus menempuh perjalanan jauh dengan berjalan kaki.

 

“Buruknya akses jalan sangat mempengaruhi perekonomian warga yang terasa sangat sulit, apalagi warga yang hendak mendapat penanganan medis di fasilitas kesehatan," tegasnya.

 

Dia berharap pemerintah segera memberikan perhatian serius dengan memperbaiki akses jalan menuju Desa Baruru agar masyarakat tidak terus mengalami kesulitan, terutama saat membutuhkan pelayanan kesehatan.

 

"Kami berharap kepada pemerintah untuk segera memperbaiki jalan ini, lebih baik anggaran untuk MBG dan Kopdes dialihkan dulu ke jalanan, kalau tidak bisa, dana desa dikembalikan untuk bangun jalanan,” pungkas Habel. (thaya)


Iklan Sponsor728 × 90 px (In-Article)
Telkomsel 5G Sulbar - Jaringan Internet Super Cepat & Kuota Melimpah
admin

Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.

Iklan Sponsor728 × 90 px (After-Article)
Pesona Wisata Mandar - Eksplorasi Budaya & Keindahan Bahari Polman