Sang Influencer Dunia
Penulis / Redaksi:
admin
Jumat, 28 Agustus 2026 19:51 WITA
165 tayangan
4 menit baca
Oleh, M Danial
HARI-hari awal bulan maulid 1448 H. Bulan kelahiran Rasulullah Muhammad Saw 12 Rabiul Awal ribuan tahun silam. Saya mendapat kiriman buku: "Muhammad Sang Influencer Dunia". Buku biografi Nabi Muhammad karya Shodiq. Elhamba.
Influencer adalah istilah untuk seseorang yang memiliki kemampuan mengubah pola pikir dan perilaku banyak orang dan menjadi pengikutnya di media sosial. Istilah tersebut kurang lebih sama dengan publik figur; selebriti, tokoh politik, atau sosok yang populer dan menjadi perhatian publik.
Nabi Muhammad lahir tanggal 12 Rabiul Awal 571 M, lebih 1400 tahun silam. Ia adalah sosok yang memiliki pengaruh sangat besar dan luas. Ketokohannya melampaui batas ruang dan waktu. Sebagai publik figur, ia tidak hanya populer. Tetapi juga sebagai sosok yang dicintai, dihormati dan menjadi teladan umat Islam sedunia dari masa ke masa. Sebagai pemimpin umat, ia sejak awal tampil berhadapan dengan berbagai tantangan dan dinamika yang menyertainya.
Dalam perspektif masa kini. Muhammad sebagai influencer dapat dikatakan merupakan publik figur yang memiliki miliaran followers. Lebih dari itu, ia adalah satu-satunya sosok yang dibicarakan di bumi dan diperbincangkan di langit. Namanya rutin disebut dan disapa oleh umat Islam dalam salawat. Digemakan setiap panggilan salat. Diteladani agar menjadi umat yang patuh dan taat pada ajaran yang dibawanya.
Penulis Shodiq Elhamba menyebut Muhammad Saw adalah satu-satunya yang menginspirasi miliaran manusia selama ribuan tahun. Biografinya ditulis di berbagai belahan dunia. Dengan ratusan judul, ribuan, bahkan ratusan ribu halaman. Buku tentang Muhammad dibaca, dikisahkan, dan menjadi pedoman hidup umat Islam di seluruh penjuru.
Muhammad Saw adalah publik figur yang sejak awal tak pernah berpikir menjadi trending. Untuk memiliki followers sebanyak-banyaknya dengan jutaan like, ribuan share, atau me-repost dirinya pada setiap storynya. Ia hanya selalu berpikir dan berikhtiar untuk menyempurnakan tugasnya sebagai pembawa risalah Tuhan. Membimbing umat manusia sesuai ajaran yang dibawanya.
Michael Hart, penulis, dan tokoh kontroversial Amerika Serikat. Menulis buku "100 Tokoh Paling Berpengaruh dalam Sejarah" (The 100: A Ranking of the Most Influential Persons in History). Astrofisikawan Yahudi dalam bukunya yang fenomenal dan paling kontroversial, nama Muhammad Saw ditempatkan pada peringkat pertama tokoh paling berpengaruh dalam sejarah. Ia tokoh yang sukses besar dan luar biasa dalam hal religius maupun sekuler.
Beberapa alasan Michael Hart menempatkan Nabi Muhammad tokoh paling berpengaruh dalam sejarah. Pertama, memiliki pengaruh sangat besar dan luas karena intrgritas dan
keteladanan yang konsisten. Sebelum menjadi Nabi dan Rasul, orang-orang di Makkah memberi julukan “al-Amin”. Karena sifatnya yang jujur, terpercaya, dan memiliki akhlak yang mulia.
Nabi Muhammad memiliki reputasi tidak pernah terlibat praktik tercela dengan penyimpangan sosial yang umum terjadi pada masa jahiliyah. Ia sosok manusia yang tidak pernah berbohong, menipu, berzina, berjudi, mabuk-mabukan. Atau melakukan perampokan dan bentuk kekerasan lain yang lazim dilakukan masyarakat Arab masa itu.
Kedua, Michael Hart berpandangan Muhammad
adalah tokoh yang gemilang dengan pengaruh besar di berbagai aspek kehidupan. Antara lain membentuk sistem hukum, nilai-nilai moral, dan penyebaran ajaran Islam untuk kesejahteraan sosial umat. Hart memuji kemampuan Nabi Muhammad menggabungkan aspek-aspek tersebut dengan visi yang konsisten. Meskipun telah wafat 13 abad yang lalu, pengaruh dan ajarannya masih relevan hingga kini. Karena itulah, cucu tokoh Quraisy yang disegani, Abdul Mutthalib itu berhasil membawa Arab dari wilayah yang “terbelakang” menjadi “berperadaban”.
Dari sisi inovasi dan visi Nabi Muhammad yang cemerlang, ia memiliki pengaruh yang luas dan mendalam. Melampaui banyak tokoh besar lainnya. Ajaran Islam yang dibawa mencakup berbagai aspek kehidupan manusia. Dari keadilan sosial hingga hubungan personal, sehingga dapat memberi pengaruh di berbagai aspek kehidupan.
Beberapa tokoh besar seperti Mahatma Gandhi terkenal karena perjuangannya yang gigih untuk kemerdekaan India yang dilandasi prinsip non-kekerasan. Walaupun kontribusinya sangat signifikan, pengaruhnya terbatas pada konteks politik dan sosial di India. Sedangkan Nabi Muhammad Saw mempengaruhi banyak aspek kehidupan global.
Alexander Agung juga memiliki pengaruh besar dalam sejarah kuno dan memperluas wilayah kekuasaannya ke banyak daerah. Namun, pengaruhnya lebih bersifat politik dan militer, sementara pengaruh Nabi Muhammad mencakup aspek spiritual, sosial, dan budaya yang luas.
Inovasi dan visi Rasulullah Saw tidak hanya cemerlang dalam konteks sejarah. Tetapi juga sangat relevan dalam menghadapi tantangan dan kebutuhan zaman yang makin kompleks. Ajarannya berakar pada prinsip keadilan dengan menjauhi praktik korupsi, menzalimi yang lemah. Tidak menyalah gunakan kesempatan untuk kepentingan pribadi dan kelompok dengan tindakan sewenang-wenang menindas yang lemah.
Bulan maulid hendaknya tidak hanya diwarnai rutinitas seremonial belaka. Tetapi menjadi momentum untuk melakukan perenungan dan instrospeksi sebagai umat Islam tentang keteladanan dan pengaruh Nabi Muhammad. Menjadikannya sebagai inspirasi dan sumber motivasi untuk menjadi umat yang bermanfaat bagi sesama. Selamat merayakan maulid Nabi Muhammad Saw 1448 H. (*)
admin
Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.
