Kamis, 5 November 2026 • 00:00:00 WITA
BREAKING NEWS
PACEKO.com
Menu Navigasi

Roller Coaster

Penulis / Redaksi: admin
Selasa, 29 Maret 2022 20:37 WITA 619 tayangan 3 menit baca
Roller Coaster
Foto ilustrasi / Dokumentasi Opini - PACEKO.com PACEKO
Bagikan: Disalin!
Catatan M Danial BULAN ramadhan beberapa hari lagi. Persoalan kelangkaan goreng masih menjadi perbincangan. Belum ditemukan solusi untuk memulihkan kondisinya. Supaya para ibu rumah tangga tidak lagi harus berburu minyak goreng dengan harga jauh lebih mahal. Demi memenuhi kebutuhan masak-memasak yang rasanya sesuai selera lidah. Tidak harus merubah gorengan menjadi rebusan. Persoalan minyak goreng langka, hanya salah satu dari permasalahan yang membuat rakyat bingung. Harga minyak goreng makin mendidih, diperbincangkan oleh banyak ibu rumah tangga. Beberapa topik lain menjadi perbincangan juga berbagai kalangan. Tidak terkecuali rakyat kecil yang secara langsung atau tidak langsung merasakan imbas berbagai kebijakan tingkat nasional atau lokal. Begitupun berbagai pernyataan atau komentar para petinggi negeri atau pejabat daerah, yang mengklaim pikiran dan kebijakannya berpihak pada rakyat kecil. Namun, justru menambah daftar pertanyaan yang membingungkan rakyat kecil. Berbagai kalangan memperbincangkan aneka informasi media dengan cara sendiri. Para pengemudi ojek membahas di tempat mereka berkumpul berbagi cerita atau suka-duka mengejar rezeki setiap hari. Di tempat lain, seperti masjid, para jamaah membicarakan surat edaran Menteri Agama mengenai penggunaan TOA masjid. Para pemerhati dan aktivis mendiskusikan di cafe-cafe atau warkop, sangat bersemangat melontarkan pendapat dan pandangan dari berbagai perspektif. Tidak terlepas juga dari kepentingan yang bersifat pragmatis. Kritik tajam terhadap para wakil rakyat yang dinilai kehilangan kepekaan terhadap aneka persoalan rakyat, merupakan topik yang selalu muncul dalam diskusi para aktivis. Menurut mereka, kepekaan para pejabat publik, termasuk yang berstatus wakil rakyat, hanya untuk pencitraan. Kepeduliannya pada rakyat berfluktuasi sesuai kebutuhan: untuk pencitraan. Persoalan TOA masjid sempat viral karena komentar Menteri Agama yang kontroversial mengenai gonggongan anjing, kini tidak jelas lagi ujungnya. Sedangkan penggunaan TOA masjid secara berlebih di banyak tempat, tidak berubah juga dari sebelumnya. Psrsoalan lain, mengenai pendeta Saifuddin Ibrahim yang pernyataannya melukai perasaan pemeluk agama mayoritas di Indonesia. Yang melakukan penistaan agama (Islam). Yang meminta penghapusan 300 ayat kitab suci Alquran. Yang terang-terangan mengajak murtad Menteri Agama. Yang menghina suku tertentu dan dengan lantang menantang Menko Polhukam Mahfud MD bacok-bacokan. Pertanyaan muncul, bagaimana dengan semua itu ? Siapa sebenarnya pendeta ? Bagaimana nasib laporan masyarakat kepada polisi ?  Mengapa seolah dibiarkan, apakah sengaja didiamkan untuk dilupakan ?  "Sabar, polisi masih menyelidiki. Mengumpulkan bukti untuk memastikan pendeta Saifuddin Ibrahim telah melakukan perbuatan melanggar menista agama," begitu komentar  seorang warga. Kritikan terdengar soal pemindahan ibu kota negara (IKN) ke Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Menjadi perbincangan karena anggaran jumbo untuk membangun IKN Nusantara, lebih dibutuhkan ratusan juta rakyat miskin. Nanun pemerintah tetap bergeming. Lantaran ambisi mewujudkan IKN Nusantara, supaya kelak menjadi peninggalan monumental pemerintahan sekarang. Polemik mengenai pemilu 2024, akan terlaksana sesuai siklus lima tahunan. Atau mulur dengan berbagai alasan yang membungkus kepentingan oligarki, menjadi perbincangan juga. Tidak heran banyak suara yang membandingkan kondisi dari periode ke periode pemerintahan. Indikatornya cukup sederhana. Kemudahan untuk memenuhi berbagai kebutuhan dengan harga terjangkau, tanpa harus antre atau berebutan. Tidak dipungkiri berbagai kebijakan yang tujuannya untuk memudahkan rakyat memenuhi kebutuhan. Namun belum terlaksana sesuai harapan. Lantaran pengawasan dan aturan yang dibuat, hanya ekedar formalitas. Tidak disertai tindakan yang tegas dan adil, sesuai impian rakyat banyak. Kondisi saat ini, mengingatkan pada wahana hiburan anak-anak kereta luncur (roller coaster). Yang dipacu dengan kecepatan tinggi pada jalur khusus yang telah disiapkan. Peserta permainan bergantian berada di ketinggian, kemudian di bagian bawah mengikuti putaran. Pikiran berputar-putar seperti roller coaster, lantaran berbagai kebijakan atau statemen para petinggi negeri yang membikin rakyat bingung. Seolah tidak disadari akan memicu ketidakpercayaan rakyat kepada pemerintah. Entahlah. (*)
Iklan Sponsor728 × 90 px (In-Article)
Telkomsel 5G Sulbar - Jaringan Internet Super Cepat & Kuota Melimpah
admin

Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.

Iklan Sponsor728 × 90 px (After-Article)
Pesona Wisata Mandar - Eksplorasi Budaya & Keindahan Bahari Polman