Panjat Pinang
Penulis / Redaksi:
admin
Rabu, 11 Agustus 2021 12:49 WITA
621 tayangan
2 menit baca
Oleh M Danial
BEBERAPA orang memanjat sebatang pohon. Dilakukan bersamaan. Semua berusaha untuk menjadi paling unggul. Dan paling pertama mencapai puncak batang pohon yang telah dilumuri pelumas. Kebanyakan setinggi 6 meter. Kebanyakan juga dibuat dari batang pohon pinang. Di puncaknya digantung bermacam-macam hadiah menarik. Banyak orang yang menantikan lomba tersebut. Yang digelar untuk meramaikan perayaan HUT Kemerdekaan. Di desa maupun di perkotaan.
Lomba panjat pinang merupakan salah satu permainan tradisional khas Indonesia. Pelaksanaannya murah meriah, seru dan menghibur. Kadang juga menegangkan. "Dengan menonton aksi para peserta lomba panjat pinang, suasana hati yang sedang gundah akan terobati," begitu pengakuan para penonton lomba tradisional khas Indonesia itu. Para penonton penuh antusias pula menyambut para peraih hadiah. Kerap ada yang memberikan bonus kasus kepada peserta. Yang dianggap punya semangat dan sportivitas.
Di balik lomba tersebut, terkandung makna yang cukup dalam. Tentang keuletan, kerja keras, kerjasama, dan strategi untuk mencapai tujuan. Keberhasilan mencapai puncak dan meraih hadiah, sama sekali bukan kerja individu. Melainkan, karena kerja sama dengan sesama anggota kelompoknya yang berada di bawah menjadi penyanggah. Dalam lomba memanjat pohon pinang, berlaku asas kerjasama yang kooperatif. Sifat ego harus dijauhi, untuk menentukan anggota yang paling di bawah. Biasanya yang fisiknya lebih memadai dan kuat). Lalu yang berada di atasnya, dan di atasnya lagi. Biasanya yang paling mungil tapi lincah.
Jika menghayati lebih dalam lomba panjat pinang. Dapat disimpulkan makna etos kerja untuk mencapai tujuan bersama. Yang hanya bisa diraih dengan perjuangan susah payah. Perjuangan tidak hanya bisa mengandalkan orang-perorang. Puncak batang pinang yang tinggi, bisa dimaknai sebagai jalan perjuangan yang panjang. Batang pohon yang sengaja diolesi pelumas dan membuatnya licin. Mengandung arti rintangan yang harus dilalui. Semua kembali pada kebersamaan, keuletan, strategi dsn kerja keras untuk mencapai tujuan bersama.
Panjat pinang bukan sekedar perlombaan dan hiburan semata. Tapi mengajarkan makna dalam dan telah dipraktikan para pendahulu kita untuk meraih kemerdekaan. Yang berjuang dengan semangat kerja keras, persatuan dan kebersamaan. Yang disimbolkan dengan pepatah: bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh. Di masa yang serba sulit akibat pandemi Covid-19 saat ini. Tidaklah akan menjadi kolot jika kita memaknai filosofi panjat pinang untuk menjadi bagian dari partisipan aktif melawan pandemi. Setidaknya, menjadi teladan membiasakan disiplin dengan protokol kesehatan. Yang dimulai dari diri sendiri dan keluarga. Dirgahayu Republik Indonesia. (*)
admin
Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.
