Kamis, 5 November 2026 • 00:00:00 WITA
BREAKING NEWS
PACEKO.com
Menu Navigasi

Bulan Pendek

Penulis / Redaksi: admin
Senin, 1 Maret 2021 14:06 WITA 760 tayangan 3 menit baca
Bulan Pendek
Foto ilustrasi / Dokumentasi Opini - PACEKO.com PACEKO
Bagikan: Disalin!
Pukul 00:00 malam ini adalah ujung bulan Februari. Sekaligus memasuki tanggal 1 Maret 2021. Musababnya, bulan Februari tahun ini hanya 28 hari. Bagaimana yang lahir tanggal 29 Februari untuk merayakan ulang tahun ? Februari adalah bisa disebut bulan yang unik. Juga bulan terpendek. Februari berbeda dengan bulan-bulan lainnya dalam kalender masehi yang terdiri 30 atau 31 hari. Sedangkan Februari hanya 28 hari. Jumlah hari bulan Februari bertambah satu hari menjadi 29, terjadi setiap empat tahun, yaitu pada Tahun Kabisat. Dikutip dari Kompas.com yang melansir dari Encyclopaedia Britannica, berawal dari Kalender Gregorian yang merupakan kalender pertama bangsa Romawi yang dibuat Raja Romulus, yang hanya memiliki 10 bulan. Kalender tersebut mengacu pada musim semi di bulan Maret sampai Desember. Pada zaman kekaisaran Romawi yang memiliki kekuasaan sangat luas, Kalender Romawi digunakan oleh banyak orang. Sepuluh bulan dimaksud, adalah Martius, Aprilis, Maius, Junius, Quintilis, Sexitilis, September, October, November, dan December. Pada zaman itu pula, perayaan tahun baru bukan di awal Januari seperti sekarang. Melainkan setiap tanggal 21 Maret yang merupakan awal musim semi. Perubahan terjadi setelah kekuasaan Kerajaan Romawi berada di tangan Raja Numa Pompilius. Ia melakukan penyempurnaan kalender dengan menambahkan bulan Januari dan Februari setelah bulan Desember. Awalnya, bulan Januari dan Februari memiliki 28 hari. Karena orang Romawi menganggap angka genap pertanda ketidakberuntungan, jumlah hari dalam satu tahun dijadikan 355 hari. Sehingga, Januari ditambahkan lagi satu hari. Namun kalender itu membingungkan. Pada akhir 45 Sebelum Masehi, Raja Julius Caesar menugaskan para ilmuwan untuk mengubah Kalender Romawi menjadi kalender matahari seperti kalender peradaban Mesir. Setelah mengalami banyak perubahan, Kalender tersebut memiliki 30 dan 31 hari setiap bulannya, kecuali Februari. Saat itu, rata-rata jumlah hari dalam setahun adalah 365,25 hari. Untuk menggenapkan menjdi 365 hari, maka dibuat tahun kabisat setiap empat tahun sekali yang merujuk pada ilmu anstronomi, bumi mengelilingi matahari selama 365,25 hari. Nah, untuk membulatkan menjadi 24 jam, sama dengan waktu bumi mengitari matahari selama empat kali, sehingga tahun kabisat adalah membagi tahun dengan angka empat. Tidak hanya itu. Pada masa kekuasaan Raja Julius, bulan Quintilis yang merupakan bulan kelahiran Raja Julius Caesar, setelah kematian sang Kaisar diganti namanya menjadi bulan Juli, sebagai penghormatan kepada Kaisar. Sedangkan bulan Sexitilis diganti menjadi Agustus, untuk menghormati Kaisar Agustus, putra Raja Julius Caesar. SebutanTahun Kabisat, secara etimologis Kabisat berasal dari bahasa Arab. Kata "kabisah” yang artinya melompat. Dalam  bahasa Inggris disebut “leap year”. Konsep kabisat pada awalnya diterapkan oleh Raja Julius Caesar semasa kepemimpinannya setahun sebelum masehi, yang mengalami penambahan satu hari. Tujuannya, untuk menyesuaikan penanggalan dengan tahun astronomi. Nah, bagi yang bertanggal lahir 29 Februari, untuk merayakannya pada tanggal yang sama harus sabar menunggu Tahun Kabisat. Selamat memasuki bulan Maret 2021 (*) *) M Danial, Mamuju di ujung Februari.
Iklan Sponsor728 × 90 px (In-Article)
Telkomsel 5G Sulbar - Jaringan Internet Super Cepat & Kuota Melimpah
admin

Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.

Iklan Sponsor728 × 90 px (After-Article)
Pesona Wisata Mandar - Eksplorasi Budaya & Keindahan Bahari Polman