Kamis, 5 November 2026 • 00:00:00 WITA
BREAKING NEWS
PACEKO.com
Menu Navigasi

Area Netral di Perbatasan Indonesia - Papua Nugini, Jual-beli Bisa Gunakan Dua Mata Uang

Penulis / Redaksi: admin
Selasa, 5 Oktober 2021 20:43 WITA 953 tayangan 3 menit baca
Area Netral di Perbatasan Indonesia - Papua Nugini, Jual-beli Bisa Gunakan Dua Mata Uang
Foto ilustrasi / Dokumentasi Opini - PACEKO.com PACEKO
Bagikan: Disalin!
Catatan M Danial SKOUW, nama wilayah yang dikenal sebagai gerbang perbatasan dua negara: Indonesia - Papua Nugini (PNG) di Jayapura. Terdapat lokasi 100 x 30 meter yang merupakan area netral. Milik bersama dua negara bertetangga. Di pasar Skouw, pedagang melayani jual-beli dengan warga PNG menggunakan dua mata uang. Rupiah atau Kina. Berjarak sekira 60 kilometer dari kota Jayapura, ibukota Provinsi Papua. Melalui jalanan beraspal mulus. Melintasi Jembatan Holtekamp yang panjangnya 1300 meter, yang melintang di atas Teluk Youtepa. Perjalanan menikmati indahnya pantai Abepura. Menyusuri jalanan berlilu yang di  kanan-kiri berlangsung pengerukan bukit. Terlihat juga kawasan mangrove yang luas, dan perkebunan pohon pinang. Tidak banyak permukiman yang dilalui. Hanya beberapa rumah penduduk yang terpisah jauh dari rumah lainnya. Kecuali saat memasuki wilayah yang terdapat bangunan permanen, termasuk kantor Koramil 1701-22 Muara Tami dan beberapa bangunan di sekitarnya. Tidak jauh dari kantor koramil, terlihat sebuah masjid berukuran sederhana. Melewati pula sebuah  wilayah yang mengingatkan sebuah desa di Kecamatan Balanipa, Polewali Mandar dan nama kelurahsman di Kecamatan Sendana, Kabupaten Majene. Pada papan di pinggir jalan, tertulis Kampung Mosso, wilayah Distrik Muara Tami. Tidak terasa perjalanan sekira satu jam, saya bersama Amiluddin Aco dan wartawan Radar Sulbar, Imran Jafar memasuki Skouw. Wilayah yang identik sebagai gerbang Indonesia - PNG di Jayapura.  Di sana terdapat  Lintas Batas Negara (PLBN)  gerbang Indonesia dan Papua Nugini. Gerbang Indonesia di Provinsi Papua ada juga di ujung Kabupaten Merauke, ujung paling timur yang terdapat monumen titik Nol Indonesia. Memasuki kawasan Skouw, terlihat suasana berbeda. Ada penjagaan berlapis. Kendaraan pengunjung diparkir di lokasi yang disediakan. Pos pertama dijaga aparat TNI. Pengunjung harus melapor, pimpinan rombongan harus meninggalkan identitas diri. Ada juga pos polisi, dan bangunan kantor yang di dalamnya petugas Imigrasi melakukan pemeriksaan paspor. Ada juga pos pemeriksaan kesehatan hewan. Beruntung, saat kami berkunjung pada Sabtu 2 Oktober, hanya melapor di pos yang dijaga aparat TNI. Tidak ada pemeriksaan paspor atau dokumen lain. Pihak pengelola PLBN membuka sementara kawasan Skouw dalam rangka PON XX di Papua. Pengunjung diberi kesempatan untuk sekedar melihat suasana sambil swafoto di kawasan tersebut. Sebuah tembok dan pagar besi melintang tepat di batas wilayah administrasi Indonesia - PNG. Lokasi sekira 100 x 30 meter, yang memisahkan wilayah dua negara. Disebut area netral, tanpa status kenegaraan, baik Indonesia maupun PNG. Bersisian dengan batas wilayah Indonesia yang dipisahkan area netral, berdiri tembok pagar milik PNG. Bendera PNG berkibar di tiang yang menempel pada bangunan milik negara tetangga tersebut. Kepala PLBN di Skouw, Yan Numberi yang mendampingi para pengunjung, mengatakan area netral tersebut milik dua negara, tapi tidak boleh diklaim salah satu negara, baik Indonesia maupun Papua Nugini. Makanya disebut area netral. "Di sini area dua negara. Siapapun boleh, orang PNG boleh, orang Indonesia juga boleh. Ini area kita bersama," jelas Yan Numberi, yang ramah melayani setiap pengunjung, termasuk untuk foto bersama. Yan menjelaskan juga sistem jual-beli di pasar Skouw, yang tidak jauh dari kawasan PLBN. Pedagang di pasar tersebut adalah warga Skouw, melayani warga setempat maupun dari Papua Nugini yang datang berbelanja. Mereka berinteraksi dengan bahasa yang sudah saling dimengerti. Warga Skouw Papua menggunakan bahasa Indonesia, warga PNG dengan bahasa Pedgin dan Inggris. Jual beli di pasar Skouw juga bisa menggunakan mata uang: rupiah atau kina (mata uang PNG). Saat kunjungan ke sana Sabtu 2 Oktober, nilai tukar yang berlaku 1 kina senilai Rp4.000. Yan Numberi menjelaskan juga tradisi injak piring untuk para pejabat atau pimpinan rombongan yang berkunjung ke Skouw. "Sebagai penghormatan terhadap pejabat, tokoh atau pimpinan rombongan yang datang ke sini," jelasnya. (*)
Iklan Sponsor728 × 90 px (In-Article)
Telkomsel 5G Sulbar - Jaringan Internet Super Cepat & Kuota Melimpah
admin

Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.

Iklan Sponsor728 × 90 px (After-Article)
Pesona Wisata Mandar - Eksplorasi Budaya & Keindahan Bahari Polman