POLEWALI MANDAR,- Puluhan siswa berkumpul di Aula SMA Negeri 2 Polewali di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar). Mereka antusias mengikuti sosialisasi keimigrasian yang dibawakan Tim dari Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Polewali Mandar (Polman).
Meski duduk di lantai, para siswa tetap fokus menyimak setiap materi yang disampaikan pemateri. Sesekali, perhatian mereka tertuju pada layar presentasi yang menampilkan berbagai informasi seputar layanan keimigrasian hingga peluang melanjutkan pendidikan melalui sekolah kedinasan.
Kegiatan bertajuk Immigration Goes to School bukan sekadar memperkenalkan tugas dan layanan imigrasi. Para siswa juga diajak mengenal lebih dekat Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan (Poltekimipas), sekolah kedinasan di bawah naungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia.
Antusiasme peserta semakin terlihat ketika sesi tanya jawab dibuka. Sejumlah siswa memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menggali informasi lebih jauh. Suasana pun semakin meriah dengan adanya hadiah menarik yang telah disiapkan panitia bagi peserta yang aktif.
Kepala SMA Negeri 2 Polewali, Wahdinah, mengaku senang dan mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, sosialisasi ini memberikan pengalaman dan wawasan baru bagi para siswa, khususnya mengenai peluang pendidikan kedinasan serta prosedur keimigrasian.
"Sangat luar biasa dan keren karena kenapa, siswa-siswa saya memiliki pengalaman baru tentang bagaimana masuk sekolah dinas keimigrasian. Yang kedua, siswa mengetahui cara memiliki paspor kalau mereka ada keinginan ke luar negeri," ujar Wahdaniah kepada wartawan, Jumat (07/11/2026).
Dia menilai, pengetahuan mengenai keimigrasian penting bagi generasi muda. Terlebih, saat ini semakin banyak anak muda yang memiliki keinginan untuk melanjutkan pendidikan maupun bekerja di luar negeri. Wahdinah juga berharap para siswa dapat meneruskan informasi yang diperoleh kepada keluarga dan lingkungan sekitarnya.
"Mereka juga bisa menjadi penyambung informasi bagi keluarganya jika ingin keluar negeri, jadi ini kegiatan yang sangat luar biasa," tandasnya.
Kesan positif juga disampaikan Ketua OSIS SMA Negeri 2 Polewali, Muhammad Arda. Dia mengaku mendapatkan banyak motivasi dan pengetahuan baru dari materi yang disampaikan pemateri dari Imigrasi Polman.
Mulai dari prosedur pembuatan paspor bagi warga negara Indonesia (WNI) maupun warga negara asing (WNA), hingga berbagai persyaratan yang harus dipenuhi dalam pengurusan dokumen keimigrasian.
Menariknya, sosialisasi tersebut juga membuka ketertarikan Arda terhadap Poltekimipas. Meski sebelumnya tidak pernah terpikir untuk melanjutkan pendidikan di sekolah kedinasan tersebut, materi yang disampaikan justru membuatnya mulai mempertimbangkan pilihan itu.
"Kalau untuk Poltekimipas mungkin bagi saya, meski dari awal tidak ada niat untuk tergabung Poltekimipas, tapi berdasarkan materi-materi yang sangat menarik tadi itu justru menjadi ketertarikan bagi saya pribadi," ungkapnya.
Menurut Arda, Poltekimipas menawarkan pengalaman pendidikan yang tidak hanya berfokus pada penggunaan seragam kedinasan, tetapi juga memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk terlibat dalam berbagai organisasi yang dapat membentuk karakter dan kemampuan diri.
Dia pun berharap sosialisasi serupa tidak hanya dilaksanakan di wilayah perkotaan, tetapi juga menjangkau daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Sebab, menurutnya, masih ada pelajar yang memiliki keinginan melanjutkan pendidikan kedinasan, tetapi terkendala keterbatasan akses informasi.
“Saya harap juga sosilisasi ini tidak hanya diterapkan di daerah seperti ini, tetapi juga daerah 3T, karena ada pelajar yang punya niat masuk tapi terhalang akses 3T itu tadi,” pungkasnya.
Kepala Seksi Informasi dan Komunikasi Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Polman, Hendra Saputra menjelaskan, kegiatan Immigration Goes to School merupakan bagian dari upaya Imigrasi Polman memberikan edukasi kepada kalangan pelajar mengenai berbagai hal terkait keimigrasian.
Terlebih, para siswa SMA yang sebentar lagi menyelesaikan pendidikan memiliki peluang untuk melanjutkan studi ke luar negeri sehingga membutuhkan informasi yang tepat dan terbaru mengenai layanan keimigrasian.
"Kami mengadakan acara goes to school, kami ingin menedukasi adik-adik siswa siswi terkait maslaah keimigrasian, yang mana sebentar lagi mereka akan lulus dan tidak menutupi kemungkinan akan melanjutkan pendidikan ke luar negeri, jadi mereka perlu mendaapt informasi updarte masalah keimigrasin," jelasnya.
Selain mengedukasi berbagai layanan keimigrasian, pihaknya juga memperkenalkan Poltekimipas sebagai salah satu alternatif bagi siswa yang ingin melanjutkan pendidikan melalui jalur sekolah kedinasan.
Hendra menyebut Poltekimipas yang berlokasi di Tangerang menawarkan sejumlah fasilitas dan keuntungan bagi para taruna, mulai dari asrama hingga kebutuhan makan yang ditanggung negara.
Pendidikan ditempuh selama empat tahun. Setelah menyelesaikan pendidikan, para lulusan akan langsung ditempatkan untuk bekerja di kantor-kantor imigrasi di seluruh Indonesia.
"Kami juga mensosialisasikan sekolah kedinasan kami, politeknik keimigrasian yang bertempat di Tangerang. Adik-adik yang terpikir ingin melanjutkan pendidikan, ada opsi lain masuk sekolah kedinasan. Kelebihannya itu kalau di sekolah kedinasan kami, di asaramakan, makanan semua ditanggung negara, menempuh pendidikan selama 4 tahun dan langsung bekerja ditempatkan pada seluruh kantor imigrasi seluruh Indonesia," pungkasnya.
Melalui kegiatan ini, Imigrasi Polman berharap para pelajar tidak hanya mengenal layanan keimigrasian, tetapi juga memiliki gambaran lebih luas mengenai peluang pendidikan dan karier di lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. (thaya)