POLEWALI MANDAR,- Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Polewali Mandar (Polman) kembali menggelar kegiatan sosialisasi keimigrasian melalui program Immigration Goes to School. Kali ini, kegiatan tersebut menyasar siswa SMA Negeri 3 Polewali sebagai upaya memperluas pengetahuan generasi muda mengenai tugas dan fungsi keimigrasian sekaligus memperkenalkan sekolah kedinasan Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan (Poltekimipas).
Kegiatan yang diikuti puluhan siswa-siswi kelas XII berlangsung di Aula SMAN 3 Polewali, Kamis pagi (05/11). Sejumlah guru dan tenaga kependidikan juga turut hadir dalam kegiatan edukatif tersebut.
Kepala Seksi Teknologi Informasi dan Komunikasi Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Polman, Hendra Saputra, hadir sekaligus membuka kegiatan. Sementara materi sosialisasi disampaikan oleh dua pegawai Imigrasi Polman, yakni Wandy Hery Cahyadi dan Agung Setiawan.
Program Immigration Goes to School ini bertujuan mendekatkan informasi keimigrasian kepada kalangan pelajar. Selain memberikan pemahaman mengenai pelayanan dan pengawasan keimigrasian, kegiatan tersebut juga menjadi sarana memperkenalkan Poltekimipas sebagai salah satu pilihan pendidikan kedinasan bagi para siswa yang ingin melanjutkan pendidikan setelah lulus SMA.
Melalui kegiatan ini, para siswa diharapkan dapat memperoleh wawasan baru, membangun motivasi, serta mempersiapkan diri untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, khususnya melalui jalur sekolah kedinasan. Di sisi lain, sosialisasi ini juga diharapkan dapat menumbuhkan pemahaman generasi muda mengenai pentingnya peran keimigrasian dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Pelaksanaan sosialisasi berlangsung meriah dengan antusiasme para peserta. Dalam pemaparan materi pertama, Wandy Hery Cahyadi menjelaskan berbagai tugas dan fungsi keimigrasian.
Materi yang disampaikan meliputi pelayanan paspor, pengawasan lalu lintas orang yang masuk dan keluar wilayah Indonesia, hingga peran petugas imigrasi dalam menjaga keamanan serta kedaulatan negara.
Para siswa juga mendapatkan gambaran mengenai berbagai bentuk pelayanan keimigrasian yang selama ini diberikan kepada masyarakat. Dengan begitu, mereka tidak hanya mengenal imigrasi dari sisi penerbitan paspor, tetapi juga memahami tanggung jawab besar institusi tersebut dalam menjaga pintu gerbang negara.
Selanjutnya, Agung Setiawan menyampaikan materi mengenai sekolah kedinasan Poltekimipas. Dalam kesempatan itu, ia memperkenalkan lingkungan pendidikan, tahapan seleksi penerimaan, proses pembelajaran, hingga peluang pengabdian dan karier setelah para taruna menyelesaikan pendidikan.
Pemaparan tersebut menjadi salah satu materi yang menarik perhatian peserta. Pasalnya, sebagian siswa selama ini lebih familiar dengan sejumlah sekolah kedinasan seperti Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Akademi Kepolisian (Akpol), dan Akademi Militer (Akmil).
Suasana kegiatan semakin interaktif ketika memasuki sesi diskusi dan tanya jawab. Para siswa terlihat antusias menyampaikan berbagai pertanyaan kepada kedua pemateri, baik seputar pelayanan keimigrasian maupun peluang melanjutkan pendidikan di Poltekimipas.
Salah seorang siswa kelas XI 3 SMAN 3 Polewali, Raihana, bahkan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menanyakan persyaratan dan persiapan yang perlu dilakukan calon peserta seleksi masuk Poltekimipas.
Dia mengaku mendapatkan pengetahuan baru setelah mengikuti sosialisasi tersebut. Bahkan, informasi yang disampaikan dalam kegiatan Immigration Goes to School membuatnya tertarik untuk mencoba mengikuti seleksi masuk sekolah kedinasan Poltekimipas.
"Sebelumnya saya hanya mengetahui beberapa sekolah kedinasan seperti IPDN, Akpol dan Akmil. Ternyata Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan juga memiliki sekolah kedinasan yakn Poltekimipas. Saya bersyukur bisa mengikuti sosialisasi dari Imigrasi Polman karena mendapat ilmu mengenal pendidikan kedinasan dan peluang karier di lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan," beber Raihana.
Apresiasi juga disampaikan Pelaksana Harian (Plh) Kepala SMAN 3 Polewali, Rusniati. Ia menyambut positif pelaksanaan sosialisasi tersebut karena dinilai memberikan tambahan informasi dan wawasan baru bagi siswa maupun pihak sekolah, terutama mengenai layanan keimigrasian dan keberadaan Poltekimipas.
Menurutnya, kegiatan semacam ini penting untuk memperkenalkan berbagai pilihan pendidikan kedinasan kepada pelajar. Dengan informasi yang lebih luas, siswa diharapkan dapat mengenali peluang pendidikan dan menentukan pilihan sesuai minat serta cita-cita mereka.
"Kami pihak sekolah menyambut baik sosialisasi dari Kantor Imigrasi Polman. Ada beberapa informasi baru yang bisa dipetik dari kegiatan ini. Termasuk tata cara pengurusan paspor dan pelayanan keimigrasian lainnya. Khusus untuk siswa mereka sudah mengetahui ternyata sekolah kedinasan itu banyak. Karena selama ini siswa hanya mengenal sekolah kedinasan seperti IPDN, Akpol dan Akmil. Ternyata Kantor Imigrasi dan Pemasyarakat juga punya sekolah kedinasan Poltekimipas," beber Rusniati.
Sementara Kasi Teknologi Informasi dan Komunikasi Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Polman, Hendra Saputra, menjelaskan bahwa program Immigration Goes to School dilaksanakan dengan menyasar sejumlah sekolah di Kabupaten Polewali Mandar.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya Imigrasi Polman untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan pelajar mengenai tugas, fungsi, serta berbagai layanan keimigrasian.
“Sosialisasi ini sekaligus memperkenalkan Poltekimipas sebagai pilihan sekolah kedinasan di bawah Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan,” tandasnya.
Selain memberikan edukasi, kegiatan ini juga diarahkan untuk menumbuhkan kesadaran hukum di kalangan generasi muda, khususnya terkait berbagai isu keimigrasian yang berkembang di masyarakat.
Hendra berharap, informasi yang diperoleh para siswa melalui kegiatan tersebut tidak berhenti sebatas pengetahuan pribadi. Para pelajar juga diharapkan dapat menjadi agen informasi keimigrasian di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat.
“Dengan demikian, program Immigration Goes to School tidak hanya menjadi sarana sosialisasi kelembagaan, tetapi juga bagian dari upaya membangun generasi muda yang lebih sadar hukum, memiliki wawasan luas, serta mengenal beragam peluang pendidikan dan pengabdian kepada negara,” pungkasnya. (thaya)