POLEWALI MANDAR,- Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golongan Karya (Golkar) Sulawesi Barat (Sulbar) membantah isu mengaitkan Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia dengan dugaan kasus penyadapan ilegal oleh sejumlah oknum perwira Polri terhadap Presiden RI Prabowo Subianto. Seluruh kader dan masyarakat diminta tidak mudah terpengaruh maupun ikut menyebarluaskan informasi yang disebut belum terverifikasi kebenarannya.
Pernyataan itu disampaikan Ketua DPD Partai Golkar Samsul Mahmud melalu rilis yang dikirim kepada wartawan, Sabtu (07/11). Dia menegaskan informasi yang beredar luas itu sebagai berita bohong atau hoaks.
"Kami tegaskan, berita yang beredar tersebut hoaks, " kata Samsul Mahmud dalam keterangannya, Sabtu (07/11/2026).
Terkait isu dugaan penyadapan yang menyeret nama Bahlil Lahadalia, Golkar Sulbar secara tegas menyebut informasi tersebut tidak memiliki bukti dan tidak dapat diverifikasi.
Samsul lalu mempertanyakan validitas pemberitaan yang beredar. Selain karena tidak mencantumkan narasumber yang jelas, juga tidak disertai pernyataan resmi dari pihak berwenang dan secara langsung menyebut nama Ketua Umum Partai Golkar.
“Tidak ada bukti, tidak valid dan tidak dapat diverifikasi, berita-berita itu tidak ada pihak sebagai narasumbernya, tidak ada pernyataan resmi dari pihak yang berwenang hingga menyebut langsung nama ketua umum kami,” tandasnya.
Menurut Samsul, penyebaran informasi melalui podcast, flyer palsu, hingga potongan video yang tidak terverifikasi itu merupakan upaya membangun persepsi negatif terhadap partai. Dia menegaskan komitmennya untuk tetap menjaga persatuan, menjalankan konsolidasi organisasi, serta melanjutkan kerja-kerja politik dan pelayanan kepada masyarakat di tengah beredarnya isu tersebut.
"Upaya membangun persepsi negatif lewat podcast, flyer palsu, dan potongan video yang tidak terverifikasi adalah manuver lama yang sudah kami hafal. Golkar tidak akan goyah," ungkapnya.
"Golkar memastikan tidak ada perpecahan di internal partai maupun celah bagi pihak luar untuk memecah belah soliditas kader," sambung Samsul.
Selain menegaskan soliditas kepengurusan Partai Golkar di bawah kepemimpinan Ketua Umum Bahlil Lahadalia, Bupati Polewali Mndar itu juga memastikan kekuatan partai tetap terjaga hingga ke akar rumput.
"Seluruh jajaran pengurus, mulai dari DPP, DPD tingkat provinsi hingga DPD kabupaten/kota, disebut tetap berada dalam satu komando di bawah kepemimpinan Ketua Umum Bahlil Lahadalia," pungkas Samsul. (thaya)