Kamis, 5 November 2026 • 00:00:00 WITA
BREAKING NEWS
PACEKO.com
Menu Navigasi

Lulusan SD, Marianto Sukses Raup Jutaan Rupiah Hasil Budidaya Jangkrik di Polman

Penulis / Redaksi: admin
Rabu, 28 September 2022 14:59 WITA 515 tayangan 3 menit baca
Lulusan SD, Marianto Sukses Raup Jutaan Rupiah Hasil Budidaya Jangkrik di Polman
Foto ilustrasi / Dokumentasi Inspirasi - PACEKO.com PACEKO
Bagikan: Disalin!
POLEWALI MANDAR,- Pria bernama Marianto (34 tahun) warga Desa Sidorejo, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar), sukses meraup cuan jutaan rupiah perbulan, hasil membudidayakan jangkrik. Usaha yang awalnya digeluti sekedar untuk coba-coba, kini menjadi bisnis menjanjikan. “Awalnya hanya coba-coba, kebetulan di sini banyak teman yang pemain burung kicau, pakannya jangkrik, mereka meminta saya untuk coba beternak jangkrik,”kata Marianto kepada wartawan, Senin (12/9/2022). Budidaya jangkrik yang digeluti Marianto, dimulai pada akhir bulan Desember tahun lalu. Tempat budidaya memanfaatkan salah satu ruangan berukuran sekira 4 x 6 meter di rumahnya. Telur jangkrik yang didatangkan dari Jawa, ditebar pada permukaan rak telur ayam, kemudian diletakkan dalam kotak budidaya, berbahan kayu dan tripleks berukuran 1x1 meter persegi yang dibuat khusus. [caption id="attachment_19723" align="alignnone" width="840"] Kisah Marianto (34 tahun), pembudidaya jangkrik asal Desa Sidorejo, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar.[/caption] Diakui Marianto, proses budidaya jangkrik yang ditekuninya tidak susah. Meski demikian pemberian pakan berupa sayuran dan ancaman hama harus selalu menjadi perhatian. “Tidak boleh telat diberi makan, karena jangkrik itu memiliki sifat kanibal, biasa saling memangsa,”ungkapnya. “Kalau hama biasanya tikus sama tokek, makanya harus selalu dijaga, ditutup (kotak budidaya), baru disemprot-semprot anti hama, dan diawasi selalu,”sambungnya. Menurut Marianto, proses panen jangkrik hasil budidayanya dilakukan setiap 25 hari sekali. Untuk satu kotak budidaya, biasanya mampu menghasilkan 15 sampai 20 kilogram jangkrik, yang dijual seharga 80 ribu rupiah per kilogram. Agar hasilnya maksimal, Marianto telah menyiapkan beberapa kotak budidaya, dengan jarak panen masing-masing kotak selisih 10 hari. Itu artinya, dalam sebulan Marianto dapat berulang kali memanen jangkrik. “Prosesnya itu 25 hari sudah siap panen, makanya jarak panen diatur, setiap kali panen jaraknya sepuluh, sepuluh hari, dalam tiga kotak keliling sebulan bisa panen tiga kali. Satu kotak bisa dapat 15 kilogram, paling banyak 20 kilogram, dijual seharga 80 ribu rupiah per kilogram,”bebernya sambil tersenyum. Pesanan jangkrik hasil budidaya yang ditekuni Marianto telah berdatangan dari sejumlah daerah. Proses pemasarannya dilakukan melalui media sosial. “Kita promosi melalui media sosial, juga dibantu teman-teman pecinta burung kicau, pesanan sudah mulai banyak dari Mamuju, biasanya sampai puluhan kilogram sekali mengirim, “tuturnya. Marianto menuturkan, dirinya sempat mengalami kegagalan ketika pertama kali membudidayakan jangkrik. Meski begitu, dirinya mengaku enggan cepat menyerah apalagi berputus asa. “Pernah gagal, apalagi karena kualitas telur yang saya budidayakan waktu itu kurang bagus, tapi saya tidak pernah terpikir untuk berhenti, pokoknya lanjut terus,”imbuh pria lulusan sekolah dasar ini. Bahkan menurutnya, keluarga dan warga juga sempat meragukan dan menertawakan rencananya membudidayakan jangkrik, lantaran dianggap tidak lazim. “Pertama keluarga kayak tidak yakin begitu, saya ditertawakan, karena jangkrik kayak tidak masuk di akal. Alhamdulillah, keraguan keluarga terjawab dengan hasil yang menjanjikan bahkan sempat membuat mereka kaget,”pungkasnya. (Thaya)
Iklan Sponsor728 × 90 px (In-Article)
Telkomsel 5G Sulbar - Jaringan Internet Super Cepat & Kuota Melimpah
admin

Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.

Iklan Sponsor728 × 90 px (After-Article)
Pesona Wisata Mandar - Eksplorasi Budaya & Keindahan Bahari Polman