Kamis, 5 November 2026 • 00:00:00 WITA
BREAKING NEWS
PACEKO.com
Menu Navigasi

Musim Kemarau Jadi Berkah bagi Produsen Ikan Asin di Polman

Penulis / Redaksi: admin
Minggu, 27 September 2026 16:12 WITA 171 tayangan 2 menit baca
Musim Kemarau Jadi Berkah bagi Produsen Ikan Asin di Polman
Foto ilustrasi / Dokumentasi kesehatan - PACEKO.com PACEKO
Bagikan: Disalin!
POLEWALI MANDAR,- Musim kemarau membawa berkah tersendiri bagi sejumlah produsen ikan asin di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar). Sebab, terik sinar matahari membuat proses pengeringan ikan berlangsung lebih cepat sehingga produksi meningkat. Kondisi tersebut dirasakan salah satu produsen ikan asin bernama Ambicci (64), warga Desa Pambusuang, Kecamatan Balanipa. "Musim kemarau sangat membantu kami selalu pengusaha ikan asin. Karena ikan yang dijemur mengandalkan panas sinar matahari lebih cepat kering, biasa setengah hari sudah bisa diangkat," ujar Ambicci kepada wartawan, Minggu (27/09/2026) Menurutnya, ikan yang telah diolah dan diberi garam dapat dikeringkan hanya dalam waktu sekitar tujuh jam saat musim kemarau. Berbeda ketika musim penghujan atau saat cuaca tidak menentu. Saat musim penghujan, proses mengeringkan ikan kerap dilakukan sepanjang hari. Bahkan terkadang dibantu menggunakan kipas angin untuk membantu mempercepat proses pengeringan pada malam hari. "Kalau kemarau biasa tujuh jam saja kita jemur ikan. Pagi dijemur, siang sudah bisa diangkat," ungkapnya. "Kalau musim hujan biasa satu hari satu malam kita jemur ikan, bahkan kadang harus dibantu kipas angin kalau sudah malam," sambungnya meyakinkan. Diakui ibu empat anak itu, proses pengeringan yang lebih cepat selama musim kemarau turut berdampak pada peningkatan jumlah produksi ikan asin. Dalam kondisi cuaca cerah, setiap  produsen rata-rata mampu mengolah  sedikitnya 200 hingga 300 ekor ikan per hari, tergantung ukuran. Sementara saat musim penghujan, produksi ikan asin biasanya hanya dilakukan tiga hingga empat kali dalam sepekan. Hal itu lantaran proses pengeringan sangat bergantung pada kondisi cuaca. "Kalau cuaca bagus, rata-rata dalam sehari kita bisa keringkan satu dos ikan. Isinya  200 sampai 300 ratus ekor ikan  tergantung ukuran," tuturnya. Selain itu, Ambicci juga menyebut musim kemarau membantu mengurangi gangguan lalat pada ikan saat dijemur. Menurutnya, kondisi tersebut memudahkan para produsen menjaga kebersihan ikan selama proses pengolahan sebelum dipasarkan. "Kalau musim hujan banyak lalat, sehingga kotoran lalat cepat nempel kalau ikan tidak cepat kering. Jadi ikan harus dibersihkan satu-satu sebelum dijual agar tidak gampang rusak," bebernya. Ambicci mengatakan, ada beragam jenis ikan yang dapat diasinkan. Diantaranya ikan tuna, ikan cakalang, ikan layang. Ikan yang telah dikeringkan kemudian dijual dengan harga bervariasi, mulai dari Rp3.000 hingga Rp5.000 per ekor, tergantung ukuran dan jenis ikan. "Kalau harga macam-macam, biasa tiga ribu, biasa juga lima ribu. Tergantung jenis ikannya dan ukurannya juga," pungkasnya meyakinkan. (thaya)
Iklan Sponsor728 × 90 px (In-Article)
Telkomsel 5G Sulbar - Jaringan Internet Super Cepat & Kuota Melimpah
admin

Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.

Iklan Sponsor728 × 90 px (After-Article)
Pesona Wisata Mandar - Eksplorasi Budaya & Keindahan Bahari Polman