Polman Dikepung Asap Karhutla, Diperparah Kiriman dari Maluku – Papua
Penulis / Redaksi:
admin
Minggu, 11 Oktober 2026 18:46 WITA
302 tayangan
2 menit baca
POLEALI MANDAR,- Kabut asap mulai menyelimuti sejumlah wilayah di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar). Kondisi ini dipicu maraknya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah tersebut yang diperparah oleh asap kiriman dari Maluku hingga Papua.
“Asap di wilayah Sulawesi Barat termasuk Kabupaten Polewali Mandar berasal dari Karhutla di wilayah itu sendiri dan juga asap kiriman dari wilayah Papua dan Maluku,” kata prakirawan BMKG Tampa Padang Mamuju, Noor Vietria Santi kepada wartawan melalui pesan singkat, Minggu (11/10/2026).
Berdasarkan data yang dimiliki BMKG, Vietria menyebut kabut asap yang menyelimuti wilayah Polman diperkirakan masih berlangsung hingga Rabu (14/10). Dia menjelaskan, persebaran asap tersebut dipengaruhi oleh arah angin yang bertiup di wilayah Sulbar.
“Penyebaran asap mengikuti arah angin yang pada umumnya bertiup timur-tenggara ke barat laut-utara..Berdasarkan sebaran partikulat karhutla, hingga tanggal 14 nanti masih kabut asap di Polman,” ungkapnya.
Vietria menegaskan, perkiraan kondisi kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah di Kabupaten Polman tersebut mengacu pada pembaruan data BMKG per Minggu (11/10). Pemantauan dan pembaruan data akan terus dilakukan setiap hari untuk mengetahui perkembangan sebaran asap.
“Data tersebut akan terus diupdate setiap harinya di jam 8 pagi, besok ada lagi updatenya untuk tanggal 12 sampai 15 oktober,” tandas Vietria.
Sementara Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Polman, Andi Chandra Sigit, mengungkapkan bahwa sebanyak 126 kejadian karhutla tercatat di wilayah Polman sejak Agustus hingga saat ini. Rangkaian kebakaran yang tersebar pada sejumlah wilayah itu mengakibatkan sekitar 710 hektare (Ha) lahan terdampak.
“Kebakaran hutan dan lahan mulai agustus sampai saat ini sebanyak 126 kejadian. Sementara luas lahan terdampak lebih kurang 710 hektar,” pungkasnya.
Berdasarkan data BPBD Polman, Desa Paku di Kecamatan Binuang dan Desa Landi Kannusuang di Kecamatan Mapilli menjadi wilayah dengan dampak Karhutla paling parah. Kebakaran berulang kali terjadi di kedua wilayah tersebut dan menghanguskan lebih dari 100 Ha lahan. (thaya)
admin
Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.
