Komisi III DPRD Sulbar Berguru Tingkatkan PAD Daerah ke Sulawesi Selatan
Penulis / Redaksi:
admin
Kamis, 15 Februari 2024 21:51 WITA
581 tayangan
2 menit baca
PACEKO.COM, DPRD SULBAR,- Komisi III DPRD Provinsi Sulawesi Barat melaksanakan Kunjungan Kerja (Kunker) ke Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Sulawesi Selatan. Kunker dalam rangka sharing dan pendalaman informasi terkait pengelolaan aset penggunaan alat berat untuk peningkatan Pendapatan Asli Daerah.
Kunjungan yang dipimpin Ketua Komisi III Sukri, berlangsung Selasa (16/01). Turut serta beberapa Anggota Komisi III, didampingi Kepala Dinas ESDM dan Sekertaris Dinas PU Sulawesi Barat.
Mereka diterima Kepala Sub. Bagian Umum, M. Ridwan bersama Kepala Seksi Workshop Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Arianto, di Ruang Rapat Dinas BMBK Provinsi Sulawesi Selatan.
"Tujuan kami kesini untuk sharing tentang pengelolaan aset alat berat untuk menaikkan PAD, sebab belum ada pengelolaan tersistem dengan indicator yang akuntabel. Kami ingin tahu bagaimana pengelolaan yang dilakukan di Sulsel, kami ingin menerapkan pengelolaan yang benar dengan dasar yang ada sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP)," kata Sukri dalam keterangannya.
Dia juga menanyakan, apakah Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Sulawesi jika pihaknya tidak mengurus PAD. Mereka hanya melayani UPT di 6 Wilayah untuk menyediakan alat dan peralatan.
Menjawab pertanyaan Sukri, Kepala Seksi Workshop BMBK Sulsel, Arianto mengemukakan jika mengurus PAD bukanlah tugas utamanya.
"Untuk PAD sebenarnya bukan tugas utama kami, tugas kami hanya melayani UPT di 6 wilayah untuk menyediakan alat dan peralatan. Tapi di satu sisi kami juga dibebankan untuk meningkatkan PAD. Tugas kami juga penanggulangan bencana, jadi PAD ini hanya termasuk tugas tambahan bagi kami. Tutup Kepala Seksi BMBK Sulsel,” bebernya.
Menurut Arianto, pada tahun ini Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Sulawesi Selatan mampu melebihi target PAD yang diberikan BAPENDA.
"Kami di Dinas dalam tahun anggaran ini, alhamdulillah target kita mencapai bahkan melewati target yang diberikan BAPENDA. Mengalami beberapa perubahan, tahun 2022 target kami di angka 295 jt per tahun dengan jumlah aset 18 unit. Tapi tidak semua dalam kondisi baik, hanya 5 unit yang beroperasi dalam kondisi baik," terangnya.
Selain itu, Arianto juga menjelaskan bahwa sejak tahun 2022 pihaknya sudah menerapkan SOP dengan metode pembayaran menggunakan Qris.
"Untuk SOP, Sejak 2022 sudah ada SOP kami buat untuk persewaan alat berat, dan SOP ini efektif dijalankan sudah 90% kami jalankan. Adapun Tahun ini pembayaran sudah menggunakan QRIS dan rekanan langsung yang membayar." Pungkasnya. (rls/thaya)
admin
Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.
