I Nengah Tri Sumadana, Simbol Loyalitas dan Kinerja Birokrasi Polman
Penulis / Redaksi:
admin
Rabu, 6 Agustus 2025 09:13 WITA
1,331 tayangan
3 menit baca
Di tengah tuntutan pelayanan publik yang semakin kompleks, Kabupaten Polewali Mandar memiliki figur birokrat yang menonjol karena loyalitas, kinerja, dan integritasnya. Sosok tersebut adalah I Nengah Tri Sumadana, saat ini menjabat sebagai Plt Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah, dan secara definitif memimpin Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).
Jejak karier panjang I Nengah mencerminkan stabilitas dan kepercayaan yang terus diberikan kepadanya. Dari Kepala Dinas Kominfo hingga pernah menjabat Plt Sekda, dan kini aktif di posisi strategis lintas sektor, ia konsisten menunjukkan dedikasi tinggi terhadap tugas negara, tanpa pernah mengejar popularitas.
Capaian membanggakan diraih saat memimpin Diskominfo, di mana Polewali Mandar berhasil meraih peringkat ke‑7 nasional dalam penerapan SPBE (Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik) tahun 2022, dengan skor 3,58 dan predikat "Sangat Baik". Ini bukan hanya angka, tetapi simbol keberhasilan birokrasi Polman menuju digitalisasi.
I Nengah juga dikenal sebagai pejabat yang mampu menangani tantangan berat dengan tenang. Saat menjabat Plt Sekda, ia menghadapi kondisi fiskal yang kritis, dan berhasil menekan defisit anggaran hingga Rp 104 miliar. Ia juga memastikan bahwa utang pemerintah kepada rekanan senilai Rp 40 miliar dapat dilunasi secara tuntas dalam waktu satu tahun.
Kinerja tersebut tidak hanya diakui secara internal, tapi juga mendapatkan apresiasi terbuka dari DPRD, khususnya Fraksi Golkar. Ini menjadi bukti bahwa gaya kepemimpinan I Nengah yang low-profile namun produktif, justru memberikan hasil konkret bagi daerah.
Kini, sebagai Plt Asisten Administrasi Umum, peran I Nengah sangat penting dalam menyelaraskan tata kelola birokrasi lintas organisasi perangkat daerah. Ia juga terus mendorong percepatan pelayanan investasi di bawah kepemimpinannya sebagai Kepala DPMPTSP, menjadikan Polman lebih ramah terhadap dunia usaha.
Semua rekam jejak ini turut mengantarkannya masuk dalam tiga besar calon Sekretaris Daerah definitif Kabupaten Polewali Mandar. Masuknya nama I Nengah dalam kandidat teratas bukan hanya karena senioritas, tetapi karena hasil kerjanya yang konsisten, akuntabel, dan berdampak langsung terhadap perbaikan sistem pemerintahan.
Menjadi calon Sekda bukan hanya soal kelayakan administratif, tapi juga soal kepemimpinan yang terbukti dalam tekanan dan transisi. I Nengah telah menunjukkan dirinya mampu memikul tanggung jawab besar tanpa harus mengorbankan prinsip-prinsip birokrasi yang sehat.
Ia bukan pejabat yang mengejar pencitraan, melainkan fokus pada pembangunan sistem yang kuat. Loyalitasnya terhadap pimpinan, tanggung jawabnya terhadap masyarakat, dan keteguhannya menjaga etika birokrasi adalah kombinasi langka di era birokrasi modern.
Polewali Mandar membutuhkan sosok seperti I Nengah Tri Sumadana — birokrat yang matang, visioner, dan bekerja dengan hati. Dalam dirinya, kita melihat bahwa perubahan tidak selalu datang dari luar, tapi juga bisa lahir dari dalam sistem yang dijalankan dengan niat dan integritas.
admin
Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.
