Pemuda Diserang 3 OTK Saat Berkendara di Wonomulyo Polman, Anak Busur Menancap di Punggung
Foto Istimewa : Korban saat jalani perawatan di RSUD Pratama Wonomulyo, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polman, Jumat (01/05/2026).

Pemuda Diserang 3 OTK Saat Berkendara di Wonomulyo Polman, Anak Busur Menancap di Punggung

POLEWALI MANDAR,- Pemuda bernama Imran (36) di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar) diserang orang tak dikenal (otk) menggunakan busur. Akibatnya, korban harus jalani perawatan akibat anak panah menancap di punggungnya.

“Identitas para pelaku masih dalam penyelidikan,” kata Kapolsek Urhan Wonomulyo AKP Sandy Indrajatiwiguna dalan keterangannya, Jumat (01/05/2026).

Penyerangan itu berlangsung di Jalan Trans Sulawesi, Desa Banua Baru, Kecamatan Wonomulyo, Jumat dini hari (1/5) sekira pukul 01.15 WITA. Saat kejadian korban sedang berkendara menuju kios kerabatnya.

“Korban meninggalkan rumah menuju kios kerabatnya,” ungkap Sandy.

Dalam perjalanan, korban yang mengendarai sepeda motor sempat mendahului tiga orang pemuda diduga pelaku yang berboncengan menggunakan satu unit sepeda motor.

“Setibanya di depan Asia Duta Wonomulyo, korban merasakan adanya benda yang tertancap pada bagian pinggangnya. Setelah dilakukan pemeriksaan, diketahui bahwa benda tersebut adalah busur (anak busur),” terang Sandy.

Menurut Sandy, korban sempat memutar balik kendaraannya dengan maksud mengejar para terduga pelaku.

“Namun dalam pengejaran itu, korban kembali menjadi sasaran tembakan busur dari para terduga pelaku, namun tidak mengenai korban,” ujarnya.

Karena merasa khawatir, korban memilih berhenti mengejar terduga pelaku lalu menuju RSUD Pratama Wonomulyo untuk mendapat perawatan.

“Korban lalu menuju RSUD Pratama Wonomulyo untuk mendapat penanganan medis akibat anak busur menancap di punggungnya,” ucap Sandy.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh, Sandy menyebut terduga pelaku berjumlah tiga orang. Kepada polisi, korban mengaku tidak mengenali para pelaku dan tidak memiliki masalah dengan orang lain.

“Terduga pelaku berjumlah tiga orang yang berboncengan menggunakan satu unit sepeda motor. Korban tidak mengenali para terduga pelaku dan mengaku tidak memiliki permasalahan dengan pihak lain,” tandasnya.

Diakui Sandy, pihaknya telah mendatangi tempat kejadian peristiwa (TKP) untuk melakukan penyelidikan. Agar kejadian serupa tidak terulang kembali, Sandy mengimbau warga khususnya para pemuda tidak berkeliaran hingga larut malam apalagi bepergian seorang diri.

“Bagi masyarakat pemuda-pemudi sebaiknya kurangi kegiatan keluar malam dan nongkrong sampai larut, jam malam sebaiknya di rumah. Dan sebisa mungkin jangan berpergian sendiri harus ada teman apabila keluar malam,” pungkasnya. (thaya)

__Terbit pada
01/05/2026
__Kategori
Peristiwa, Sosial