
62 Bocah di Polman Ikut Sunat Massal Digelar Mahasiswa STIKes Bhayangkara
POLEWALI MANDAR,- Sebanyak 62 bocah usia sekolah dasar di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar) mengikuti sunat massal yang digelar mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Bhayangkara Makassar. Bakti sosial ini merupakan bagian dari Tridharma perguruan tinggi.
Sunat massal ini dilaksanakan di aula Kantor Desa Kurma, Kecamatan Mapilli, Minggu pagi (26/04). Peserta sunat berasal dari Desa Kurma dan Desa Rappang.
Meski diwarnai isak tangis sejumlah bocah yang ketakutan saat akan disunat, seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan aman dan lancar.
Ketua STIKes Bhayangkara, Kompol Dardin mengungkapkan, kegiatan terlaksana atas kerjasama mahasiswa praktek kerja lapang (PKL) STIKes angkatan XVII Tahun Akademik 2025-2026 bersama pemerintah setempat, didukung PPNI dan juga IKA STIKes Bhayangkara Makassar.
Dia mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan sehingga kegiatan sosial ini terlaksana. Diakui, sunatan massal merupakan kegiatan yang digelar rutin sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat.
“Terima kasih kami ucapkan kepada seluruh elemen yang telah berpartisipai dan turut serta dalam pelaksanaan sunat massal ini. Kegiatan ini rutin dilaksanakan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat, bagian dari Tridarma perguruan tinggi,” ucapnya Dardin saat memberi sambutan.
Dardin menyebut pelaksanaan sunat massal ini merupakan bentuk empati untuk meringankan beban warga. Dia mengaku akan kembali melaksanakan kegiatan serupa pada tahun mendatang.
“Kami hadir untuk meringankan beban warga khususnya masyarakat prasejahtera, dimana kita ketahui sunatan ini membutuhkan biaya yang cukup besar untuk keluarga prasejahtera, sehingga kami hadir melaksanakan sunatan gratis. Insya Allah tahun depan kita laksanakan lagi,” ujarnya meyakinkan.
Sementara Camat Mapilli Rahmat Rubianto mengaku pelaksanaan sunat massal ini sangat meringankan beban warga setempat.
“Kegiatan bakti sosial ini sangat membantu masyarakat kami, selaku pemerintah setempat saya berterima kasih,” ucapnya.
Rahmat berharap, banyak pengalaman positif yang diperoleh para mahasiswa peserta PKL selama berkegiatan di wilayah kecamatan Mapilli. Secara khusus dia meminta agar tahun mendatang, mahasiswa STIKes Bhayangkara Makassar kembali berkegiatan di daerah ini khususnya di Kecamatan Mapilli.
“Saya sangat berterima kasih kepada ketua STIKes, saya meminta tahun-tahun berikutnya STIKes Bhayangkara Makassar kembali lagi di Polman khususnya di Kecamatan Mapilli. Saya juga berharap, adik-adik mahasiswa banyak mendapatkan pengalaman , nilai-nilai yang bisa dibawa pulang ke Makassar,” pungkas Rahmat sekaligus membuka kegiatan secara resmi.
Kegiatan ini dihadiri Sekcam Mapilli Soepardi, Kepala Puskesmas Mapilli Wahyudin, jajaran pengurus dan dosen STIKes Bhayangkra Makassar serta tamu undangan lain. (thaya)







