Gubernur Sulbar Lepas 27 Petugas Haji 2026
Foto Istimewa : Acara pelepasan petugas haji 2026 di Kantor Gubernur Sulbar, Jumat (24/04/2026).

Gubernur Sulbar Lepas 27 Petugas Haji 2026

MAMUJU,- Gubernur Suhardi Duka (SDK) secara resmi melepas 27 Petugas Pendamping Ibadah Haji  (PPIH) Tahun 2026 Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar). Dia menekankan bahwa para petugas tidak hanya menjalankan tugas administratif, tetapi juga membawa nama daerah dan bangsa di Tanah Suci.

“Kita ke sana bukan hanya sebagai tamu Allah, tapi juga membawa identitas daerah dan bangsa. Jemaah haji Indonesia dikenal tertib, dan itu harus kita jaga,” kata SDK dalam keterangannya, Sabtu (25/04/2026).

Acara pelepasan petugas haji itu digelar di Ruang Rapat Oval Lantai 3 Kantor Gubernur Sulbar di Mamuju, Jumat (24/04). SDK juga mengingatkan peran petugas haji sangat krusial, terutama dalam melayani jemaah di tengah kondisi yang tidak mudah.

“Di satu sisi kita bertugas, tapi di sisi lain kita juga ingin meraih haji yang mabrur. Jadi dua-duanya harus berjalan seimbang,” ungkapnya.

Dia juga mengungkapkan bahwa Indonesia merupakan salah satu negara dengan jumlah jemaah terbesar di dunia, sehingga keberadaan jemaah Indonesia akan selalu terlihat di berbagai lokasi, baik di Makkah maupun Madinah.

“Sebagai petugas, ada dua misi, pertama melayani jemaah dengan baik. Jangan sampai petugasnya emosional, karena kalau petugas emosional, jemaah juga bisa ikut emosional. Padahal di Tanah Suci, ujian itu berat dan hal kecil saja bisa memicu,” terangnya.

Pada kesempatan itu, SDK juga berbagi pengalaman spiritual yang sering dialami jemaah di Tanah Suci, di mana hal-hal yang di luar nalar kerap terjadi.

“Kadang jalannya lurus, tapi bisa tersesat. Itu yang menunjukkan bahwa di sana antara akal dan iman harus berjalan seimbang. Kalau merasa ada yang janggal, perbanyak istigfar dan introspeksi diri,” ujarnya.

SDK berpesan kepada para petugas agar menjaga sikap dan memperbanyak kepedulian, termasuk melalui hal-hal sederhana seperti bersedekah.

“Sedekah di Tanah Suci itu sangat diingat orang. Hal kecil seperti membantu sesama jemaah bisa jadi kenangan seumur hidup bagi mereka,” tuturnya.

SDK juga menyinggung kebijakan efisiensi dari pemerintah pusat terkait pelaksanaan ibadah haji, termasuk pengurangan kegiatan seremonial yang dinilai dapat membebani jemaah.

“Sekarang diarahkan agar tidak terlalu banyak seremonial. Jangan sampai justru membebani jemaah. Yang penting mereka bisa berangkat dengan nyaman,” jelasnya.

Selain itu, SDK juga mengungkap rencana agar ke depan agar proses keberangkatan jemaah haji asal Sulbar bisa lebih ringan, termasuk penggunaan transportasi udara langsung dari daerah.

“Ke depan kita akan desain supaya bisa berangkat lewat pesawat dari sini (Bandara Tampa Padang Mamuju). Karena perjalanan darat ke Makassar cukup berat, apalagi bagi jemaah lanjut usia,” ucapnya.

Menutup arahannya, SDK berharap para petugas dan jemaah juga memanjatkan doa untuk daerah dan bangsa di tempat-tempat mustajab.

“Doakan diri sendiri, keluarga, tapi jangan lupa juga doakan daerah, pemerintah, dan bangsa kita,” pungkasnya. (rls)

__Terbit pada
25/04/2026
__Kategori
Pemerintahan, Sosial