Mengenal Desa Campurjo di Polman, Kampung Tangguh Lawan Covid-19
Bupati Andi Ibrahim Masdar bersama Kapolres Polman AKBP Ardi Sutriono, melaunching Desa Campurjo di Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polman, sebagai kampung tangguh lawan Covid-19, Selasa pagi (14/07/20). Sumber Foto - Istimewa

Mengenal Desa Campurjo di Polman, Kampung Tangguh Lawan Covid-19

WONOMULYO,- Desa Campurjo di Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar (Polman) , terpilih sebagai kampung tangguh, sebagai percontohan mewakili Provinsi Sulawesi Barat. Desa yang terdiri dari tiga dusun diantaranya, Kuningan, Kama Kaco dan Majalengka, dianggap sukses menjaga ketahanan pangan warganya, selama masa pandemi virus corona.

Launching kampung tangguh yang diberi nama Siamasei (Saling Mengasihi), dilakukan Bupati Andi Ibrahim Masdar bersama Kapolres Polman AKBP Ardi Sutriono, Selasa pagi (14/07/20).

“ Kampung tangguh dibentuk, untuk menjaga ketahanan pangan warga di masa pandemi covid-19, dimana warga diimbau untuk mengurangi aktifitas di luar rumah, demi memutus penularan virus corona. Kampung tangguh siamasei, akan mewakili Sulbar untuk kategori kampung tangguh pada tingkat nasional “ jelas AKBP Ardi Sutriono di hadapan warga.

Pada kesempatan sama, Bupati Polman Andi Ibrahim Masdar, mengaku mengapresiasi terbentuknya kampung tangguh siamasei. Semangatnya diharapkan bisa ditularkan pada semua desa di Sulbar, ” Terbentuknya kampung tangguh ini harus kita apresiasi, semoga keberadaan kampung tangguh di daerah kita, bisa menjadi contoh bagi desa lainnya, untuk melakukan hal serupa demi memutus rantai penularan Covid-19 “ pungkas Bupati.

Sementara itu, Kepala Desa Campurjo Usman Padong mengungkapkan, Kampung tangguh memiliki sejumlah indikator, diantaranya tangguh pangan, tangguh kesehatan, tangguh ekonomi ,tangguh keamanan dan tangguh informasi. Program ini dijalankan berkat kerjasama pemerintah desa dan kepolisian, “ Seluruh indikator kita miliki bahkan lebih, kita berharap program yang berjalan berkat kerjasama pemerintah desa dan kepolisian untuk mendukung ketahanan pangan warga di masa pandemi, dapat berjalan dengan lancar “ ungkapnya.

Berdasarkan pantauan, hampir semua rumah warga di daerah ini, menyiapkan kolam kecil untuk memelihara ikan lele. Di sekitarnya terdapat aneka jenis produktif seperti sayur-sayuran. Desa Campurjo juga memiliki sejumlah kelompok peternak ayam dan sapi, dan memiliki areal persawahan yang cukup luas.

Seluruh warganya juga diketahui berperan aktif, melakukan pengawasan terhadap pendatang, dan membantu warga yang menjalani masa karantina,  selama masa pandemi.

Kendati warga desa Campurjo yang berjumlah sekira 3200 jiwa terdiri dari berbagai macam suku, diantaranya Jawa, Mandar dan Bugis, rasa persatuan dan persaudaraan antar sesama tetap terjalin dengan baik. Tidak mengherankan, di masa pandemi virus corona, berbagai kegiatan sosial kerap dilakukan, untuk meringankan beban antar sesama warga di daerah ini. (Thaya)

 

__Terbit pada
14/07/2020
__Kategori
Sosial