
Babinsa Terjun Bantu Warga Bangun Jembatan Darurat di Pussepang Polman
POLEWALI MANDAR,- Bintara Pembina Desa (Babinsa) diterjunkan membantu pembangunan jalan darurat usai jembatan Pussepang amblas akibat terjangan banjir di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar). Para prajurit TNI itu bersama warga gotong royong memasang rangka jembatan darurat agar dapat segera dilalui warga.
“Personel kami bersama masyarakat turun langsung membantu perbaikan jembatan agar aktivitas warga bisa kembali normal. Kami tidak ingin masyarakat terlalu lama kesulitan akibat putusnya jembatan ini,” kata Dandim 1402/Polman, Letkol Inf Ikhwan Arifin dalam keterangannya, Selasa (12/05/2026).
Pembenahan jembatan Pussepang di Dusun Pussepang, Desa Jambu Malea, Kecamatan Tapango, mulai dilakukan Selasa siang (12/05). Jembatan sepanjang 15 meter itu tak dapat dilalui kendaraan setelah fondasinya runtuh pada bagian sisi timur.
“Di tengah deras arus sungai, personel TNI bersama warga bahu-membahu memasang rangka jembatan sementara agar masyarakat dapat kembali melintas dengan aman,” ungkap Ikhwan.
Diakui Ikhwan, keterlibatan personel TNI merupakan bentuk kepedulian terhadap kesulitan masyarakat pascabencana. Apalagi keberadaan jembatan tersebut sangat penting untuk menunjang aktivitas warga
“Jembatan yang dibenahi memiliki peran penting bagi mobilitas warga, termasuk akses menuju sekolah, pasar hingga aktivitas ekonomi masyarakat sehari-hari,” tandasnya .
Sementara Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Polman Ismail Husain mengaku telah menerjunkan alat berat untuk meruntuhkan kontruksi jembatan lama yang telah amblas.
“Alat berat sudah kita kerahkan untuk robohkan itu jembatan, saat ini penanganan darurat, yakni jembatan darurat,” ucapnya.
Diakui, pemerintah setempat telah mengusulkan rencana pembenahan jembatan tersebut menggunakan anggaran Bantuan Tidak Terduga (BTT).
“Karena ini pengerjaan tidak terencana, jadi kita usulkan anggaran BTT, setelah di asesmen BPBD mengenai tanggap darurat,” pungkasnya.
Salah satu warga bernama Fahrun mengaku bersyukur atas penanganan cepat yang dilakukan pemerintah bersama TNI dan masyarakat.
Kehadiran TNI di tengah proses perbaikan tersebut dianggap memberikan rasa aman sekaligus semangat kebersamaan dalam menghadapi dampak bencana.
“Alhamdulillah sekarang sudah mulai diperbaiki. Kami sangat terbantu karena akses ini memang sangat penting untuk warga,” tutur Fahrun.
Diberitakan sebelumnya, jembatan yang hubungkan sejumlah wilayah di Dusun Pussepang, Desa Jambumalea, Kecamatan Tapango, Kabupaten Polman amblas Senin (04/05) sekira pukul 09.30 Wita. Akibatnya, pengendara yang hendak lanjutkan perjalanan harus berbalik arah melalui jalan alternatif sejauh 20 kilometer (km).
“Kalau tidak ada ini jembatan, pengendara harus memutar. Kurang lebih 20 kilometer kalau kita memutar,” kata Kepala Dusun Pussepang, Ahmad Haris kepada wartawan, Selasa (05/05). (thaya).







