
Bertambah Pasien Covid-19 Meninggal, Warga Soroti Kinerja Satgas Polman
WONOMULYO,- Seorang pria berinisial LA (55 tahun), warga Desa Sugihwaras, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar, meninggal dunia, Senin (03/08/20) Almarhum meninggal saat berstatus sebagai pasien terkonfirmasi Covid-19, dan telah beberapa hari menjalani perawatan intensif di RSUD Polewali Mandar.
Proses pemakaman almarhum berlangsung sepi, tanpa disaksikan sanak keluarga. Protokol pemakaman pasien Covid tetap diberlakukan, dengan pengawalan ketat aparat gabungan TNI dan Polisi, serta pengawasan Satgas Covid-19 setempat.
Sebelum menjalani perawatan intensif di RSUD Polewali Mandar karena menderita sesak nafas, almarhum yang diketahui berprofesi sebagai tukang pijat, sempat dirawat di Puskesmas Wonomulyo, “ Memang kondisi pasien pada saat itu mengeluh sesak “ kata Kepala UPTD Puskesmas Wonomulyo, dr Arfah kepada wartawan.
Petugas belum mengetahui bagaimana almarhum bisa tertular virus corona. Almarhum diketahui tidak memiliki riwayat perjalanan ke daerah terjangkit virus.
Kuat dugaan, almarhum tertular virus dari warga berstatus orang tanpa gejala (OTG), yang memanfaatkan jasanya sebagai tukang pijat, “ Kalau ditanya beliau tidak ada riwayat perjalanan ke luar daerah, mungkin karena beliau seorang tukang urut, kita tidak tau, apakah dari orang tanpa gejala yang pernah beliau urut, mungkin penularannya dari situ “, ungkap Arfah.
Arfah menyebut, saat ini pihaknya sedang melakukan tracking terhadap orang-orang yang melaporkan pernah kontak dengan almarhum, “ Kalau yang ditracking baru keluarga dekatnya saja dulu, yang lain masih kita telusuri “ tandasnya.
Terkait melonjaknya angka penderita Covid-19 di daerah ini, menuai kecaman warga. Satgas Covid-19 Kabupaten Polewali Mandar, dianggap tidak memiliki SOP (Standar Operasional Prosedur) dalam melakukan penanganan untuk memutus rantai penularan virus corona di daerah ini, “ Saya liat SOP dari Tim Gugus Kabupaten tidak ada, pertama sejak perawatan terhadap pasien yang divonis positif, kemudian keterlibatan Satgas dalam proses pemakaman, di sini saya liat sangat minus peran dari Gugus Kerja Covid-19 Polewali Mandar, sehingga kita lihat di lapangan, Tim Covid kecamatan gelagapan melakukan tindakan “ tuding tokoh pemuda Kecamatan Wonomulyo, Rizal.
Tudingan tersebut bukan tanpa alasan, pasalnya kendati sudah banyak warga di daerah ini yang positif tertular virus corona, bahkan dua diantaranya meninggal dalam kurun waktu sepekan, Satgas Covid-19 Kabupaten Polewali Mandar, dianggap tidak melakukan tindakan nyata, untuk mencegah penularan virus, di sekitar tempat korban beraktivitas, “ Saya sangat sayangkan, yang tadinya kita lihat bersama di publik, informasi sangat jelas bahwasanya anggaran Covid sangat luar biasa, namun realisasi di lapangan nihil, saya harapkan lebih diperjelas SOp penanganan masyarakat yang divonis positif, apalagi kemarin sebelum ada masyarakat yang divonis positif, Satgas rutin melakukan penyemprotan untuk sterilisasi, setelah ada yang positif langkah mensterilkan itu sudah tidak ada lagi “ kecam Rizal.
Dikonfirmasi terpisah, Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Polewali Mandar, H Haedar, mengaku penanganan covid dilakukan secara berjenjang, “ Menurut saya tidak ada penurunan dalam hal penanganan, hanya saja ada jenjangnya, bantuan tetap dilakukan, arahan tetap juga diberikan, apabila misalnya kecamatan tidak mampu kemungkinan kabupaten baru turun tangan, kalau sepanjang kecamatan misalnya mampu, saya kita itu bisa lebih efisien “ kilah Haedar.
Menurut Haedar, satgas Covid-19 Kabupaten tetap mengutamakan upaya edukasi dan sosialisasi, untuk memutus penularan virus corona di daerah ini, “ Kami akan tetap lakukan koordinasi, bahwa tahap pertama sebenarnya adalah bagaimana melakukan edukasi, sosialisasi kepada masyarakat, untuk menumbuhkan kesadaran, kalau ternyata seperti ini kami akan koordinasi kembali, untuk dilakukan hal-hal pembinaan, sehingga masyarakat betul-betuk bisa sadar, bahwa saat sekarang ini, mau tidak mau kita harus melakukan new normal “ pungkasnya.
Hingga saat ini, kasus Covid-19 di Kabupaten Polewali Mandar, telah mencapai 85 pasien. 40 pasien telah dinyatakan sembuh, tiga diantaranya meninggal dunia, lainnya masih menjalani perawatan. (Thaya)







