MAMASA,- Kabar penemuan mayat gegerkan warga Kelurahan Tawalian, Kecamatan Tawalian, Kabupaten Mamasa, Jumat pagi (07/02/20) sekira pukul 08:00 WITA. Korban bernama Buntu Pasau (51 Tahun), ditemukan tergeletak di bawah pondok kebun miliknya.
Jenazah korban pertama kali ditemukan warga bernama Leppong, saat hendak ke sawah, “ Saat saya temukan, korban dalam posisi terbaring di bawah pondok kebun miliknya dengan kondisi tidak bernyawa “ ujar Leppong.
Menurut warga, korban masih sempat terlihat beraktifitas di sekitar pondok milik Leppong, Kamis sore kemarin (06/02/20). Sudah lama, korban diketahui menderita gangguna kejiwaan, dan tak ingin diberi makan. Sehari-hari korban hanya mengkomsumsi air mentah yang mengalir di areal persawahan.
Pihak kepolisian yang tiba di lokasi kejadian untuk melakukan penyelidikan, tidak menemukan adanya tanda kekerasan atau sesuatu mencurigakan, yang menjadi penyebab kematian korban.
“ Saat ditemukan, tidak ditemukan adanya tanda kekerasan pada tubuh korban “ jelas KBO Intelkam Polres Mamasa IPDA Ilyas, kepada wartawan.
Terkait kematian korban, pihak keluarga mengaku pasrah dan menerima, lantaran menganggap Buntu Pasau meninggal karena penyakit yang telah menahun dideritanya.
"Kami tidak keberatan karena memang korban mangalami penyakit sejak lama, selain malas makan, korban juga kerap tidak makan selama berhari-hari “ jelas suadara korban, Albert.
Usai diperiksa, jenazah korban dievakuasi ke rumah kerabatnya, untuk disemayamkan. (Thaya)