Warga Keluhkan Kedisiplinan Guru dan Kepsek SDN 071 Jati Polman, Dinilai Malas
Penulis / Redaksi:
admin
Sabtu, 22 Agustus 2026 16:54 WITA
240 tayangan
4 menit baca
POLEWALI MANDAR,- Kedisiplinan sejumlah guru dan kepala sekolah (kepsek) SDN 071 Jati di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar), menjadi sorotan warga. Sejumlah guru dan kepsek sekolah tersebut dinilai tidak disiplin menjalankan tugas hingga membuat para murid kerap telantar dan kehilangan jam belajar.
Sorotan itu mencuat setelah warga mengeluhkan minimnya kehadiran guru di sekolah. Bahkan, dalam sehari disebut hanya dua hingga tiga guru yang hadir untuk melaksanakan proses belajar mengajar.
“Kepsek dan sejumlah guru-gurunya (SDN 071 Jati) sangat malas, padahal sudah PPPK dan sertifikasi,” ungkap salah satu warga yang enggan disebut namanya kepada wartawan, Sabtu (22/08/2026).
SDN 071 Jati berada di Desa Pendulangan, Kecamatan Limboro. Sekolah tersebut memiliki 10 orang guru yang berasal dari sejumlah wilayah, termasuk tiga guru yang berdomisili di Pendulangan.
Dari jumlah tersebut, empat guru berstatus PPPK penuh waktu, empat guru berstatus PPPK paruh waktu, dan dua guru berstatus honorer. Sementara kepala sekolah, Daud, merupakan satu-satunya tenaga pendidik di sekolah tersebut yang berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS).
Menurut warga, persoalan kedisiplinan itu sudah berlangsung lama. Kondisi tersebut dinilai berdampak langsung terhadap proses belajar mengajar karena siswa terkadang tidak mendapatkan pembelajaran.
“Apalagi yang guru-guru jauh, biasa dua kali saja hadir dalam seminggu. Biasa juga anak-anak tidak belajar, apalagi kalau yang guru-guru di dalam (warga Pendulangan) ada urusan di luar,” ungkap warga itu meyakinkan.
Warga meminta Dinas Pendidikan Polman tidak mengabaikan persoalan tersebut. Mereka mendesak pemerintah melakukan evaluasi terhadap kepala sekolah dan guru yang disebut tidak disiplin serta memastikan hak siswa untuk mendapatkan pembelajaran tetap terpenuhi.
“Kami menginginkan dinas terkait turun langsung melihat kondisi SDN 071 Jati, jangan hanya menerima laporan dari bawahan, tanyakan secara langsung kepada masyarakat. Kami menginginkan guru dan kepala sekolah yang berkompeten dan bertanggungjawab demi kelancaran proses belajar mengajar, “ pungkas warga kesal.
Pengawas Benarkan Ada Keluhan
Pengawas SDN 071 Jati, Kahar, membenarkan adanya keluhan masyarakat terkait kedisiplinan guru dan kepala sekolah.
“Memang pernah ada laporan. Waktu kami kunjungan, kami sudah sampaikan kepada teman-teman guru agar jangan ada seperti itu,” ucapnya melalui sambungan telepon.
Kahar menyayangkan apabila masih ada guru yang tidak disiplin menjalankan tugas. Sebab, mereka diakui telah membuat kesepakatan agar tidak ada lagi jam pelajaran yang kosong.
“Sangat disayangkan, karena kemarin waktu kami melakukan pendampingan sudah dibuat kesepakatna dengan teman-teman (guru) agar jangan lagi ada jam pelajaran yang kosong, karena sudah ada laporan dari masyarakat juga,” terangnya.
Dia mengakui jika pengawasan di sekolah tersebut tidak mudah. Salah satu kendalanya karena kepala sekolah SDN 071 Jati diketahui sedang menjalani masa penyembuhan setelah mengalami kecelakaan.
“Memang agak ini, agak susah kita kontrol karena kepseknya informasinya sakit, agak jarang ke sekolah. Informasinya (kepsek) sakit, katanya jatuh dari motor, tidak tahu informasinya sekarang bagaikana kondisinya apakah sudah fit atau bagaimana,” tuturnya
Kahar juga mengaku berada dalam posisi dilematis karena sebagian besar guru SDN 071 Jati berasal dari luar daerah Pendulangan. Meski demikian, persoalan tersebut telah disampaikan kepada pihak terkait untuk ditindaklanjuti.
“Pernah disampaikan ke Dinas (Pendidikan) salah satu masalah kepseknya..kemarin mereka bilang nanti ditindaklanjuti. Sudah disampaikan juga ke Korwil kecamatan, bahkan teman-teman kemarin sudah survei ke masyarakat, memang ada laporan dari beberapa masyarakat sepeti itu (guru dan kepsek malas),” tandasnya.
Kadis Pendidikan Janji Turun Langsung
Kepala Dinas Pendidikan Polman, Arifin Yambas, mengaku menyayangkan adanya laporan tersebut. Dia menegaskan akan turun langsung ke SDN 071 Jati untuk memastikan kondisi yang sebenarnya.
Jika ditemukan guru atau kepala sekolah yang tidak disiplin dan terbukti malas menjalankan tugas, Arifin memastikan akan dilakukan evaluasi dan tindakan sesuai ketentuan.
“Sangat menyesalkan, karena ini guru sebagai ujung tombak..bagaimana anak-anak bisa bagus kalau gurunya seperti itu,” tegasnya.
Arifin juga akan memanggil pengawas SDN 071 Jati untuk dilakukan klarifikasi. Menurutnya, pengawas memiliki tanggung jawab memastikan proses pembelajaran dan kedisiplinan tenaga pendidik berjalan sebagaimana mestinya.
“Ada beberapa sekolah saya terima laporan malas (gurunya) sisa mau disidak. Makanya saya kumpul pengawas kalau ada sekolah seperti itu, pengawas akan dievaluasi, berarti pengawas tidak pernah turun..yang namanya sanksi pasti ada, tapi ada tahapannya,” pungkasnya. (thaya)
admin
Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.
