Viral Aksi Nekat Warga di Tinambung Polman Kejar-Serang Buaya Pakai Tombak
Penulis / Redaksi:
admin
Sabtu, 2 Mei 2026 18:48 WITA
365 tayangan
2 menit baca
POLEWALI MANDAR,- Pria bernama Salman (55) di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar) terekam kamera ketika berupaya mengejar dan menyerang seekor buaya mengguna tombak. Upaya tersebut dilakukan setelah 4 warga diserang buaya saat beraktivitas di Sungai Mandar.
“Iya, itu salah satu upaya yang dilakukan warga untuk menangkap buaya,” kata Lurah Tinambung, Ali Sadikin kepada wartawan melalui sambungan telepon, Sabtu (02/05/2026).
Menurut Ali, aksi nekat warga mengejar buaya yang videonya viral di media sosial itu berlangsung di Sungai Mandar, Kecamatan Tinambung, Jumat sore (01/05) kemarin. Warga berupaya melumpuhkan buaya tersebut karena keberadaannya semakin meresahkan warga.
“Kalau tidak salah itu kemarin sore. Sampai hari ini kita tetap berupaya melakukan penangkapan menggunakan media kerangkeng, pancing, tapi itu terbatas karena sampai saat ini belum ada buaya yang berhasil kita dapatkan,” ungkapnya.
Diakui Ali, sejumlah personel Brimob Polda Sulbar ikut terjun untuk membantu warga menangkap buaya ganas di Sungai Mandar.
“Pihak Brimob sudah turun untuk memebantu warga menangkap buaya tersebut,” ujarnya.
Sementara perwakilan Balai Pengelolaan Kelautan (PK) Denpasar wilayah kerja Sulawesi Barat (Sulbar) Nuralim menyebut buaya tersebut memungkinkan untuk dilumpuhkan karena telah membahayakan keselamatan warga.
“Karena ini buayanya masuk perlindungan terbatas dan ada kejadian manusia digigit dan meninggal, arahan dari pimpinan kami itu bisa dimatikan (buaya),” ujar Nuralim.
Nuralim mendorong pemerintah setempat membentuk Satgas untuk menangani buaya ganas yang telah menyerang 4 warga di daerah ini.
“Tadi saya sudah diskusi sama pak lurah, sama teman-teman DKP (Dinas Kelautan dan Perikanan) Provinsi juga datang sama kehutanan. Jadi menurut saya memang perlu ada satgas penanganan ini (buaya),” ungkapnya.
Meski begitu, Nuralim tetap mengingatkan warga agar tidak sembarangan melumpuhkan buaya. Apalagi tidak semua buaya yang kerap terlihat di Sungai Mandar telah menyerang warga.
Dia juga meminta pemerintah setempat membuat berita acara resmi jika berhasil membunuh buaya yang dipastikan menyerang sejumlah warga di Sungai Mandar.
“Tapi setelah dimatikan harus ada berita acara dari pemerintah desa atau kelurahan, bahwa tanggal sekian telah dimatikan buaya dengan ukuran sekian..Kan katanya warga buaya yang sering terlihat ada 4 ekor, masa karena 1 yang berbuat ulah semuanya harus dilumpuhkan, kan tidak bisa, kan dilindungi juga ini buaya,” pungkasnya.
Dalam potongan video pendek yang dilihat wartawan, terlihat seorang pria bergerak dari arah rerimbunan berupaya mendekati seekor buaya berukuran cukup besar yang sedang berjemur di bantaran sungai.
Buaya tersebut langsung kabur ke dalam sungai saat sang pria tersungkur di atas pasir. Sang pria bergegas bangkit lalu mencoba menyerang buaya menggunakan sebuah tombak. (thaya)
admin
Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.
