Komitmen tersebut disampaikan dr. Irwandi usai resmi dilantik oleh Bupati Polewali Mandar, Samsul Mahmud, di Ruang Pola Kantor Bupati, Jumat (03/07).
"Insyaallah, dalam waktu dekat fokus utama kami adalah memperbaiki pelayanan obat. Selama ini antrean di instalasi farmasi memang menjadi keluhan masyarakat karena waktu tunggunya cukup lama. Kami akan berupaya menghadirkan solusi agar pelayanan bisa lebih cepat dan lebih baik," kata Irwandi kepada wartawan, Jumat (03/07/2026).
Sebagai langkah awal, manajemen RSUD Hajjah Andi Depu telah menambah kapasitas layanan Poliklinik Mata. Terhitung sejak 1 Juli 2026, rumah sakit tersebut mengoperasikan dua Poli Mata, setelah sebelumnya hanya memiliki satu poli.Penambahan layanan ini diharapkan dapat mengurangi kepadatan pasien sekaligus mempercepat waktu tunggu pemeriksaan.
"Sebelumnya hanya ada satu Poli Mata. Sekarang sudah menjadi dua poli sehingga diharapkan antrean pasien dapat berkurang dan pelayanan menjadi lebih cepat," ujarnya. Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Polewali Mandar itu menjelaskan, antrean panjang di RSUD Hajjah Andi Depu tidak terjadi setiap hari. Sebagai rumah sakit rujukan, RSUD Hajjah Andi Depu menerima pasien dari berbagai kabupaten sehingga pada waktu-waktu tertentu terjadi lonjakan kunjungan yang berdampak pada meningkatnya waktu tunggu pelayanan. "Sebenarnya antrean panjang tidak terjadi setiap hari. Ada waktu-waktu tertentu ketika jumlah pasien membludak sehingga pelayanan membutuhkan waktu lebih lama," jelasnya. Meski berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan, Irwandi enggan menjanjikan rumah sakit akan bebas antrean dalam 100 hari pertama masa kepemimpinannya. Menurutnya, jumlah kunjungan pasien di poliklinik maupun Unit Gawat Darurat (UGD) bersifat dinamis dan sulit diprediksi."Kami tidak bisa menjamin rumah sakit akan bebas antrean karena jumlah pasien tidak bisa diprediksi. Namun yang dapat kami pastikan, seluruh jajaran akan bekerja semaksimal mungkin agar setiap pasien memperoleh pelayanan yang cepat, aman, dan sesuai standar operasional yang berlaku," pungkasnya. (rls)
