Usaha Pengasapan Ikan di Tinambung Butuh Bantuan Modal
Penulis / Redaksi:
admin
Kamis, 24 November 2022 15:17 WITA
594 tayangan
2 menit baca
TINAMBUNG - Para pengelola usaha pengasapan ikan di Babarura, Desa Tangnga-tangnga, Kecamatan Tinambung, Polewali Mandar merindukan bantuan modal untuk pengembangan usaha. Selama ini mereka menggerakan usaha dengan modal sendiri yang sangat terbatas dan bertahan dari perputaran hasil penjualan ikan asap.
"Kita dari dulu berharap ada bantuan (modal), untuk menambah-nambah modal usaha, supaya kita bisa berkembang juga," jelas Saipa, 45, salah satu pengelola usaha pengasapan ikan di Teppo, Dusun Babarura, Rabu (23/11/2022)>
Usaha pengasapan ikan atau mattapa bau sudah belasan tahun ditekuni Saipa. Ia ditemani tiga orang sebagai tenaga kerja pengasapan ikan yang semua pengerjaanya dilakukan secara tradisional. Ikan yang diasapi umumnya jenis tongkol dan cakalang yang dibeli dari nelayan setempat atau hasil tangkapan keluarganya.
Pengasapan menggunakan tungku sederhana yang mengandalkan bara dari sabut kelapa dan serbuk gergaji.
"Dari dulu kita begini (pengasapan) secara tradisional. Sudah lama kita mau berkembang, tapi sulit karena tidak ada modal," ungkap Saipa.
Ikan asap yang dihasilkan, selanjutnya dijual kepada pelanggan yang diantarkan setiap hari ke Pasar Wonomulyo. Setiap hari Saipa mengasapi ikan rata-rata 900 ekor atau tiga gabus yang dibeli Rp750 ribu per-gabus. Harga itu tidak tetap karena dipengaruhi musim angin. Kerap lebih mahal atau sebaliknya, sedikit lebih murah.
Sudah belasan tahun Saipa mengelola pengasapan ikan, sebagaimana yang dilakukan tetangganya di Teppo, Babarura. Namun, semua dengan modal sendiri. Saipa mengaku belum pernah ada bantuan dari pemerintah, berupa pembinaan pengelolaan usaha apalagi modal usaha supaya bisa meningkat.
"Belum pernah ada bantuan saya terima, selama ini berusaha semua modal sendiri kita putar untuk bisa bertahan," katanya.
Saat pandemi Covid-19 yang lalu pemerintah memberi bantuan kepada masyarakat yang mengelola berbagai jenis usaha.
"Kita tidak pernah mendengar yang seperti itu. Kita hanya berusaha sendiri untuk bisa bertahan," tukasnya. (emd)
admin
Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.