Sabtu, 7 November 2026 • 00:00:00 WITA
BREAKING NEWS
PACEKO.com
Menu Navigasi

Unjuk Rasa Tuntut Pencopotan Plt Dirut Rumkit Polman Diwarnai Kericuhan

Penulis / Redaksi: admin
Kamis, 9 Juli 2020 17:01 WITA 987 tayangan 3 menit baca
Unjuk Rasa Tuntut Pencopotan Plt Dirut Rumkit Polman Diwarnai Kericuhan
Foto ilustrasi / Dokumentasi Peristiwa - PACEKO.com PACEKO
Bagikan: Disalin!
POLEWALI,- Kericuhan mewarnai aksi unjuk rasa Aliansi Mahasiswa Polewali Mandar (Polman), di depan Kantor Bupati Polman, Jalan Manunggal, Kelurahan Pekkabata, Kecamatan Polewali, Kamis siang (09/07/20). Massa aksi terlibat saling dorong dengan aparat keamanan dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), yang melakukan penjagaan di depan pintu gerbang kantor Bupati. Berdasarkan pantauan, kericuhan bermula ketika aparat Satpol PP berupaya memadamkan api dari ban bekas yang dibakar Mahasiswa, hingga memicu reaksi perlawanan. Aksi saling dorong kembali terjadi, saat seluruh massa aksi memaksa masuk ke Kantor Bupati Polman, namun dihalau barikade aparat Satpol PP. Ketegangan mereda, ketika massa aksi diperbolehkan masuk ke kantor Bupati, dan berdialog dengan Bupati Polman, Andi Ibrahim Masdar. Pada kesempatan tersebut, Jendral Lapangan Muh Ridwan kembali menegaskan tuntutannya kepada Bupati, agar mencopot dr Emy Purnama, dari jabatannya sebagai Plt Direktur RSUD Polman. dr Emy dianggap bertanggung jawab, atas kematian salah seorang bayi pasien penderita corona saat berada dalam kandungan, lantaran terlambat penanganan medis karena ditolak oknum dokter. Di hadapan Bupati, Muh Ridwan membeberkan hasil investigasi yang dilakukan aliansi, terkait indikasi pelanggaran pihak rumah sakit, “ Hendak saya sampaikan dan kita sudah tau persis bagaimana kejadian yang dialami seorang ibu dari balanipa yang harus kehilangan bayinya, karena kami menduga pihak rumah sakit tidak menjalankan sistem yang seharusnya, melalui jejak digital kami mengkaji pernyataan pihak rumah sakit mulai kronologis kejadian, kami mengatakan banyak kekeliruan “ ungkapnya. Masih kata Muh Ridwan, massa aksi kecewa, hingga saat ini pemerintah kabupaten Polman belum memberikan jawaban tuntutan, yang sebelumnya telah disampaikan melalui aksi yang sama,  “ Kami dari pihak Aliansi Mahasiswa Polman, sebenarnya kecewa karena ini sudah satu minggu kami menunggu, tetapi ternyata audit medisnya belum keluar “ ujarnya. Massa mengancam akan menggelar aksi yang lebih besar jika tuntutan mereka tidak dipenuhi, “ Kami akan turun kembali melakukan tuntutan, jika keputusan pemerintah tidak objektif tidak sesuai regulasi yang ada, maka kami akan tetap berlanjut menggugat kasus ini supaya tegaknya keadilan dan perbaikan sistem (pelayanan) yang ada di rumah sakit “ pungkasnya. Menanggapi tuntutan massa aksi, Bupati Polman mengaku masih menunggu laporan tim investigasi, untuk mengetahui bentuk pelanggaran yang telah dilakukan pihak rumah sakit, agar dapat diberi sanksi sesuai aturan yang berlaku, “ Kalau keputusan, nanti kita dengar dari komite medis, kita lihat seperti apa hasilnya, kita akan evaluasi, siapa yang melanggar pasti akan kena sanski, sanksi itu juga ada aturannya “ tandas Andi Ibrahim Masdar saat dikonfirmasi wartawan. Dalam aksinya, mahasiswa juga mendesak pemerintah Kabupaten Polman memberikan sanksi kepada oknum dokter yang diduga menolak meyalani pasien corona, serta mengevaluasi kinerja Satgas Covid-19 Kabupaten Polewali Mandar. (Thaya)
Iklan Sponsor728 × 90 px (In-Article)
Telkomsel 5G Sulbar - Jaringan Internet Super Cepat & Kuota Melimpah
admin

Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.

Iklan Sponsor728 × 90 px (After-Article)
Pesona Wisata Mandar - Eksplorasi Budaya & Keindahan Bahari Polman