POLEWALI,- Ratusan warga yang tergabung dalam Aliansi Aksi Solidaritas dan Duka Cita Masyarakat Polewali Mandar , berunjuk rasa mengecam tindak penganiayaan yang menewaskan warga Polewali Mandar bernama Yus Yunus (25 Tahun), di Kabupaten Dogiyai, Papua. Aksi unjuk rasa diikuti keluarga korban berlangsung pada tiga titik, Jumat (28/02/20).
Aksi massa diawali dengan Long March dari Kawasan Sport Centre Polewali, menuju Kantor Bupati Polewali Mandar.
Massa aksi mendesak pemerintah Kabupaten Polewali Mandar, memberikan penjelasan terkait upaya yang telah dilakukan, untuk memberikan perlindungan keamanan terhadap masyarakat Polewali Mandar, yang bekerja mencari nafkah di Papua.
Aksi unjuk rasa berlanjut di Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Polewali Mandar. Kepada para wakil rakyat, massa aksi meminta anggota DPRD setempat, mengawal dan melakukan koordinasi dengan DPR Pusat, untuk mengusut serta menyelesaikan kasus penganiayaan yang menimpa Almarhum Yus Yunus, di Kabupaten Dogiyai, Papua.
Selain itu, massa aksi meminta para pelaku penganiayaan ditindak sesuai aturan perundang-undangan yang berlaku.
“ Kami mengutuk tindak kekerasan yang ada di sana (Papua), kami meminta para pelaku dihukum sebagaimana aturan di negara kita “ ujar Koordinator Aksi Muhammad Ridwan.
Dalam orasinya, massa aksi juga meminta anggota DPRD Kabupaten Polewali Mandar, mendesak Kapolri agar mencopot Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw, lantaran dianggap tidak mampu memberikan keamanan kepada warga, atas terjadinya insiden penganiayaan yang merenggut korban jiwa dan terjadi di depan anggota kepolisian di Papua.
“ Kami juga meminta Kapolda Papua dicopot dari jabatannya, karena menurut kami, kelalaian Kapolda hingga kepolisian yang berjaga tidak melakukan penindakan secara maksimal, kami mencekam aparat yang berada dalam video, yang kehilangan sikap patriotisme sehingga melakukan pembiaran terjadinya penganiayaan yang seharusnya tidak dilakukan aparat kepolisian “ pungkas Muhammad Ridwan.
Aksi damai ratusan massa berakhir di halaman Mapolres Polewali Mandar, dengan penjagaan ketat puluhan aparat kepolisian.
Peristiwa penganiayaan yang menewaskan Yus Yunus, di Kabupaten Dogiyai, Papua, terjadi pada hari Minggu, 23 Februari lalu. Yus Yunus yang berprofesi sebagai sopir truk, merupakan warga yang berasal dari Dusun Taramanu, Desa Sumberjo, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar.
Pria malang tersebut tewas secara mengenaskan, setelah menjadi sasaran amuk warga di Kabupaten Dogiyai, lantaran dituding sebagai pelaku penabrak seekor babi dan warga setempat hingga tewas.
Peristiwa ini menuai kecaman, apalagi detik-detik aksi penganiayaan tersebut terekam kamera warga, yang kini viral di media sosial. Saat kejadian, terlihat sejumlah polisi bersenjata lengkap, tampak tidak berdaya menyelamatkan korban dari amukan massa. (Thaya)
