Tolong Bocah 6 Tahun di Polman, Perutnya Terus Membesar Akibat Ginjal Bocor
Penulis / Redaksi:
admin
Jumat, 19 Juli 2024 09:51 WITA
1,272 tayangan
3 menit baca
POLEWALI MANDAR,- Bocah bernama Athala Dwi Putra (6) di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, hidup dalam kondisi memprihatinkan karena perutnya terus membesar. Berdasarkan diagnosa dokter, kondisi tersebut disebabkan karena Athala alami kebocoran ginjal.
Saat penulis berkunjung ke rumahnya, Selasa (16/07), Athala tampak ceria memberi sambutan hangat. Meski masih berusia belia, dia berusaha menunjukkan jika dirinya tegar dengan kondisinya saat ini.
Bocah yang mengaku bercita-cita menjadi petugas pemadam kebakaran itu, juga berulang kali menunjukkan gaya yang khas, layaknya seorang content kreator.
Namun keceriaan di wajahnya berubah hingga banjir air mata, ketika penulis menyerahkan bantuan dermawan yang peduli terhadap kondisinya.
Athala merupakan anak kedua dari tiga bersaudara pasangan Bahtiar (43) dan Reski Amalia (36), warga Desa Tangnga-tangnga, Kecamatan Tinambung.
Gejala penyakit yang diderita Athala mulai terlihat ketika memasuki usia 2 tahun
"Langsung bengkak mukanya, dikira gemuk karena lahirnya memang kecil,“ kata sang ibu, Reski kepada wartawan, Selasa (16/07/2024).
Namun seiring berjalannya waktu, perubahan fisik Athala mulai membuat keluarga curiga. Athala lalu dibawa ke rumah sakit untuk memastikan kondisinya.
"Hanya dalam waktu seminggu berubah sekali badannya, jadi curiga. Saya bawa ke dokter, setelah diperiksa katanya ginjalnya bocor," ungkap Reski.
Menurut Reski, tidak jarang Athala hanya dapat terbaring lemah karena merasakan sakit, apalagi saat batuk. Bahkan, Athala juga sudah kesulitan beraktifitas layaknya anak seusianya karena kerap merasakan sesak nafas.
"Kalau dia batuk, kambuh lagi, tidak bisa bangun, kayak lumpuh berminggu-minggu," terangnya.
Lebih lanjut Reski mengatakan, dirinya sempat bolak balik memeriksakan kondisi Athala ke RS Wahidin Sudirohusodo di Makassar, Sulawesi Selatan, dengan harapan bisa segera sembuh. Namun malang, hingga saat ini kondisi Athala tidak kunjung membaik.
"Sempat dibawa ke Makassar berulang kali, tiap bulan dan diberi obat, tetapi tidak ada perubahan. Terakhir ke Makassar tahun lalu (2023)," tuturnya.
Meski begitu, Reski tidak menyerah untuk memulihkan kondisi Athala. Selain mengandalkan pengobatan medis, Reski juga mencoba menyembuhkan Athala dengan mengandalkan obat herbal.
"Diberi obat herbal juga dengan kumis kucing. Ada juga obat herbal yang dibeli seharga 350 ribu rupiah per botol, habis setiap dua minggu," ujarnya.
Reski mengaku jika dokter pernah menyarankan agar dilakukan kemoterapi terhadap Athala. Namun Reski dan keluarnya belum siap mengambil keputusan karena merasa takut
"Dianjurkan kemo, cuman saya takut," ucap Reski lirih.
Saat ini, Reski mengaku sudah kesulitan membiayai pengobatan Athala. Apalagi, seluruh barang berharga miliknya telah habis terjual untuk menyembuhkan Athala.
"Semua barang berharga sudah habis untuk biaya pengobatan. Bapaknya kerja bawa mobil, kadang tidak kerja karena harus jaga anak kalau lagi sakit. Sementara saya hanya guru paud dengan status honorer," pungkas Reski, berharap ada perhatian untuk membantu pengobatan Athala agar bisa segera sembuh. (thaya)
admin
Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.
