Tolong ! Perempuan Lansia di Polman Dikucilkan-Tinggal di Gubuk Diduga karena Sakit Kusta
Penulis / Redaksi:
admin
Rabu, 30 April 2025 13:29 WITA
808 tayangan
3 menit baca
POLEWALI MANDAR,- Perempuan lansia bernama Cicci (71) di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, hidup dalam kondisi memprihatinkan lantaran dikucilkan diduga akibat derita penyakit kusta. Sehari-hari Cicci tinggal di gubuk reot yang jauh dari pemukiman serta kerap didatangi ular piton.
"Sudah tiga kali bulan puasa tinggal di sini," kata Cicci kepada wartawan, Rabu (30/04/2025).
Cicci tercatat sebagai warga Kelurahan Matakali, Kecamatan Matakali. Dia tinggal di gubuk berjarak sekira 300 meter dari pemukiman warga.
Gubuk berukuran sekira 2x3 meter yang berada di tengah areal perkebunan warga itu dibangun menggunakan bahan ala kadarnya. Gubuk itu hanya dapat dijangkau dengan berjalan kaki lantaran harus menyeberangi aliran sungai.
Ketika malam tiba, Cicci harus hidup dalam kegelapan karena tidak ada listrik.
Cicci mengaku sebelumnya tinggal bersama kerabatnya di pemukiman. Namun warga yang melihatnya kerap merasa risih, membuatnya harus rela dikucilkan.
"Saya dibawa ke sini karena saya sakit kasihan. Malu kalau dilihat orang," ungkapnya dalam bahasa Mandar.
Diakui Cicci, menjalani hari-hari dengan kondisi terkucil terasa sangat berat apalagi dengan usianya yang sudah tidak lagi muda. Terlebih, Cicci semakin sulit beraktifitas lantaran jari jemari pada kedua tangannya sudah tidak normal.
"Saya sendiri disini..susah. Tapi apa boleh buah ini sudah takdir," tuturnya lirih.
Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Cicci mengaku mengandalkan pasokan logistik dari sanak keluarganya. Jika keluarga telat membawa makanan, Cicci terpaksa mengganjal perutnya menggunakan singkong yang tumbuh di sekitar gubuk.
"Kadang makan ubi kalau kehabisan beras, biasa adik datang bawa. Kalau air sungai naik, biasa adik telat datang bawa makanan, makanya saya makan ubi di sini," tuturnya meyakinkan.
Lebih lanjut Cicci menuturkan jika dirinya pernah mencoba kabur lantaran tidak tahan tinggal sendiri dengan kondisi terkucil. Namun keluarganya marah, membuatnya tidak berani lagi mencoba meninggalkan lokasi tempatnya dikucilkan.
"Saya pernah lari keluar apalagi kalau hujan. Tapi saya dimarahi, makanya saya tidak pernah lagi keluar karena takut dimarahi," ucapnya dengan mata berkaca-kaca.
Sejak dikucilkan, Cicci mengaku baru 3 kali memeriksakan diri ke dokter. Meski begitu, petugas diakui kerap berkunjung dan memeriksa kondisinya.
"Sejak di sini mungkin baru tiga kali saya pergi periksa. Petugas juga biasa datang ke sini," tuturnya.
Dia berharap perhatian agar bisa sembuh sehingga kelak bisa hidup layak di tengah masyarakat. Dia juga memohon bantuan agar gubuknya dipindahkan ke dekat pemukiman, sebab kerap ada ular piton berkeliaran di sekitar tempat tinggalnya saat ini.
“Saya sangat berharap bisa sembuh, karena saya betul-betul takut tinggal di sini. Biasa ada ular berkeliaran, bahkan ayam yang saya pelihara habis dimangsa ular," pungkas Cicci. (thaya)
admin
Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.
