Kamis, 5 November 2026 • 00:00:00 WITA
BREAKING NEWS
PACEKO.com
Menu Navigasi

Tolong ! Lansia Penderita Kanker di Polman Hidup Memprihatinkan Dirawat Seadanya

Penulis / Redaksi: admin
Jumat, 5 Desember 2025 17:29 WITA 322 tayangan 2 menit baca
Tolong ! Lansia Penderita Kanker di Polman Hidup Memprihatinkan Dirawat Seadanya
Foto ilustrasi / Dokumentasi kesehatan - PACEKO.com PACEKO
Bagikan: Disalin!
POLEWALI MANDAR,- Seorang wanita bernama Mori (80) di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar), hidup memprihatinkan akibat derita penyakit kanker payudara. Kini Mori hanya mendapat perawatan seadanya karena keterbatasan biaya. Saat ini Mori tinggal di rumah pria bernama Rusli (49) warga Desa Pasiang, Kecamatan Matakali. Rusli merupakan suami dari almarhum ponakan Mori. Sehari-hari Mori hanya dapat terbaring lemah. Seluruh aktivitas hidupnya hanya dapat dilakukan dengan bantuan orang lain. Mori diketahui tidak lagi memiliki sanak keluarga. Hidupnya bergantung pada Rusli dan sejumah tetangga yang bergantian merawat. "Tiga bersaudara, yang lain sudah tidak ada, sekarang sudah sebatang kara. Jadi untuk makan, mandi dan buang kotoran harus dibantu, gantian warga merawat," kata Rusli kepad wartawan, Selasa (02/12/2025). Rusli lalu menceritakan awal mula Mori menderita penyakit beberapa tahun lalu saat berada di Malaysia. Mori baru meminta dibawa ke klinik untuk memeriksakan diri usai merasakan sakit tak tertahankan di dada. "Dia minta diantar ke klinik, katanya sakit dada. Dia kesakitan, sudah tidak tahan," ungkapnya. Sesampainya di klinik, dokter yang melakukan pemeriksaan menyarankan agar segera dilakukan dioperasi. Dokter menyampaikan jika penyakit yang diderita Mori sudah parah. "Kata dokter, sakitnya sudah lama hanya saja tidak cepat diperiksakan jadi kondisinya sudah parah. Waktu itu disarankan agar segera dilakukan operasi namun biayanya cukup banyak," ujar Rusli. Namun sayang, saran dokter untuk dilakukan operasi tidak dilakukan karena keterbatasan biaya. Rusli lalu memutuskan membawa Mori pulang ke Indonesia. Upaya pengobatan alternatif sempat dilakukan dengan harapan penyakit Mori dapat disembuhkan. "Disarankan pulang ke Indonesia, sambil rawat jalan. Pernah juga dilakukan pengobatan alternatif, jumlahnya sudah tidak terhitung, tapi belum ada perubahan," terang Rusli. Lebih lanjut Rusli mengungkapkan, jika beberapa tahun lalu Mori sempat jalani perawatan selama lebih kurang 10 hari di RSUD Hajja Andi Depu Polman. Saat itu dokter yang menangani juga menyarankan agar Mori melanjutkan perawatan di Makassar. Bahkan beberapa hari lalu Mori kembali dibawa ke rumah sakit untuk jalani perawatan. Namun baru semalam di rumah sakit, dia mengamuk minta dipulangkan. "Pertama dibawa ke rumah sakit di 10 hari dirawat, mau dibawa ke Makassar, tapi karena faktor ekonomi akhirnya tidak lanjut," ucapnya. "Kemarin sempat dibawa lagi ke rumah sakit, tapi semalam saja. Dia ngamuk mau pulang," sambung Rusli. Rusli berharap ada perhatian dan upaya yang dapat dilakukan agar Mori bisa mendapat perawatan yang lebih baik. Dia juga bingung, lantaran kini tidak dapat bekerja mencari nafkah karena harus menjaga Mori yang terbaring lemah. (thaya)
Iklan Sponsor728 × 90 px (In-Article)
Telkomsel 5G Sulbar - Jaringan Internet Super Cepat & Kuota Melimpah
admin

Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.

Iklan Sponsor728 × 90 px (After-Article)
Pesona Wisata Mandar - Eksplorasi Budaya & Keindahan Bahari Polman