Kamis, 5 November 2026 • 00:00:00 WITA
BREAKING NEWS
PACEKO.com
Menu Navigasi

Tolong Jamuddin ! Lansia Penjual Sapu Lidi di Polman Kehilangan Rumah Akibat Kebakaran

Penulis / Redaksi: admin
Kamis, 20 Agustus 2026 07:01 WITA 365 tayangan 3 menit baca
Tolong Jamuddin ! Lansia Penjual Sapu Lidi di Polman Kehilangan Rumah Akibat Kebakaran
Foto ilustrasi / Dokumentasi Peristiwa - PACEKO.com PACEKO
Bagikan: Disalin!
POLEWALI MANDAR-  Jamuddin (72) hanya bisa duduk termenung menatap puing-puing rumahnya yang telah menjadi abu. Tatapannya kosong, sesekali air mata mengalir di pipinya seolah tak sanggup lagi membendung kesedihan yang dirasakan. Asap masih mengepul dari sisa-sisa bangunan ketika lelaki tua itu memandangi rumahnya yang kini telah rata dengan tanah. Rumah sederhana berukuran sekitar 3x5 meter itu berdiri di tengah areal perkebunan warga di Desa Katumbangan, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar). Selama ini, rumah tersebut menjadi satu-satunya tempat bagi Jamuddin untuk berteduh dari hujan dan teriknya matahari. Rumah itu dibangun Jamuddin dengan susah payah, mengandalkan penghasilannya sebagai penjual sapu lidi. Awalnya, bangunan tersebut hanya menyerupai sebuah gubuk. Perlahan, kondisinya menjadi lebih layak setelah mendapat perhatian dari sejumlah relawan yang menggalang dana untuk membantu memperbaikinya. Namun, rumah yang selama ini menjadi tempat Jamuddin bernaung itu kini tinggal kenangan akibat musibah kebakaran yang terjadi, Rabu (19/08) sekitar pukul 13.30 WITA. Belum diketahui secara pasti sumber api yang menyebabkan rumah tersebut terbakar. Apalagi saat kejadian rumah dalam keadaan kosong. Saat api mulai membakar rumanya, Jamuddin sedang pergi mencari pelepah daun kelapa. Pelepah itu dikumpulkannya untuk dibuat menjadi sapu lidi, yang selama ini menjadi sumber penghasilannya untuk bertahan hidup. Jamuddin mengaku sempat memasak nasi sebelum meninggalkan rumah. Dia memastikan api di dapur telah dimatikan. “Sempat masak. Tapi api di dapur sudah saya matikan sebelum meninggalkan rumah,” ucapnya meyakinkan. Jamuddin kemudian pergi mencari pelepah daun kelapa. Dia tak menyangka, saat dirinya pergi, api justru membakar rumah yang dibangunnya dengan susah payah. Kabar terjadinya kebakaran diketahui Jamuddin setelah mendengar suara teriakan sejumlah anak. “Ada anak-anak datang teriak, katanya rumahku terbakar,” ujar Jamuddin lirih. Mendengar kabar tersebut, Jamuddin sontak kaget. Meski tubuhnya sudah tak sekuat dulu, dia bergegas pulang untuk memastikan kondisi rumahnya. Namun, sesampainya di lokasi, kobaran api telah membesar dan menyelimuti tempat tinggalnya. Warga yang berada di lokasi kejadian sempat berupaya memadamkan kobaran api menggunakan alat seadanya. “Pas saya tiba, api sudah besar,” ungkapnya dengan suara terisak. Jamuddin hanya bisa menyaksikan rumahnya dilalap api. Tak ada satu pun barang yang berhasil diselamatkan. Bukan hanya rumah, ratusan sapu lidi yang telah selesai dibuat dan siap dijual juga ikut hangus terbakar. Bagi Jamuddin, sapu lidi itu bukan sekadar barang dagangan. Setiap ikatannya merupakan hasil dari tenaga dan waktu yang dicurahkan untuk menyambung hidup. Kini, semuanya telah menjadi abu. Hanya selembar baju usang yang masih menempel di tubuhnya. Itulah satu-satunya barang milik Jamuddin yang tersisa setelah api menghanguskan rumah dan seluruh harta benda yang dimilikinya. Di hadapan puing-puing rumahnya, Jamuddin selaman ini tinggal seorang diri hanya bisa pasrah. Rumah sederhana yang dibangunnya dengan susah payah telah hilang dalam hitungan waktu. Tak ada lagi tempat untuk berteduh. Tak ada lagi ratusan sapu lidi yang siap dijual untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Yang tersisa hanyalah dirinya, selembar baju usang, dan harapan agar masih ada tangan-tangan yang bersedia membantunya bangkit dari musibah tersebut. (thaya)
Iklan Sponsor728 × 90 px (In-Article)
Telkomsel 5G Sulbar - Jaringan Internet Super Cepat & Kuota Melimpah
admin

Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.

Iklan Sponsor728 × 90 px (After-Article)
Pesona Wisata Mandar - Eksplorasi Budaya & Keindahan Bahari Polman