Kamis, 5 November 2026 • 00:00:00 WITA
BREAKING NEWS
PACEKO.com
Menu Navigasi

Tolong ! Gadis Yatim Piatu Derita Leukimia di Wonomulyo Butuh Bantuan Pengobatan

Penulis / Redaksi: admin
Selasa, 27 Juni 2023 16:02 WITA 596 tayangan 2 menit baca
Tolong ! Gadis Yatim Piatu Derita Leukimia di Wonomulyo Butuh Bantuan Pengobatan
Foto ilustrasi / Dokumentasi kesehatan - PACEKO.com PACEKO
Bagikan: Disalin!
POLEWALI MANDAR,- Perempuan bernama Puput Dwijayanti (19 tahun) di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat,  jalani hidup dengan kondisi memprihatinkan akibat mengidap menyakit leukimia. Pengobatan gadis yatim piatu ini terhenti karena ketiadaan pendamping dan biaya.. “Sudah yatim piatu, bapaknya meninggal karena kecelakaan sementara ibunya meninggal akibat menderita kangker,” kata tante Puput, Tusiati kepada wartawan, Senin (26/06/2023). Diketahui, Puput Dwijayanti merupakan warga Desa Bumiayu, Kecamatan Wonomulyo. Karena kondisinya semakin memburuk, sejak tiga bulan terakir Puput akhirnya menjalani perawatan di rumah Tusiati, di Desa Sumberjo, Kecamatan Wonomulyo. Saat ini kondisi Puput semakin lemah. Tubuhnya semakin kurus dan perut membuncit layaknya wanita hamil. Untuk beraktifitas, Puput sangat mengandalkan bantuan orang lain. Menurut Tusiati, penyakit leukimia Puput telah diderita sejak duduk di bangku SMP. Meski sempat membaik, penyakit Puput kembali kambuh setelah pengobatannya terhenti, karena saat itu fokus merawat ibunya yang sakit kangker. “Pernah sembuh dan saat itu harus berobat jalan. Tapi karena fokus rawat mamanya, akhirnya kondisinya kembali memburuk,” terang Tusiati dengan mata berkaca-kaca. Lebih lanjut Tusiati mengungkapkan jika baru-baru ini Puput sempat menjalani perawatan selama beberapa hari di rumah sakit Hajja Ande Depu Polewali. Pihak keluarga akhirnya memulangkan Puput karena tidak menyanggupi saran dokter agar membawanya ke rumah sakit di Makassar untuk jalani perawatan lebih lanjut. “Sempat dirawat delapan hari, dokter mengatakan agar dirujuk ke rumah sakit di Makassar, tapi karena tidak ada yang bisa mendamping akhirnya di pulangkan di rawat di rumah,” ungkap Tusiati lirih. Selain itu, Tusiati juga mengaku tidak dapat membawa Puput ke Makassar untuk jalani pengobatan karena ketiadaan biaya. Dirinya juga mengaku sudah sakit-sakitan sehingga tidak dapat mendampingi Puput jika harus menjalani perawatan di Makassar. “Saya juga sakit jantung, jadi tidak bisa maksimal merawat. Apalagi kita juga sulit biaya pengobatan. Suami saya sudah pensiun, saya juga harus berobat rutin setiap bulan,” bebernya. Untuk itu, Tusiati sangat berharap perhatian dan bantuan agar Puput dapat melanjutkan pengobatan sehingga kelak bisa sembuh dari penyakit yang dideritanya. “Ya tentu kita berharap bantuan, khususnya untuk biaya pemenuhan hari-hari, termasuk bantuan pendamping,” pungkasnya. (thaya)  
Iklan Sponsor728 × 90 px (In-Article)
Telkomsel 5G Sulbar - Jaringan Internet Super Cepat & Kuota Melimpah
admin

Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.

Iklan Sponsor728 × 90 px (After-Article)
Pesona Wisata Mandar - Eksplorasi Budaya & Keindahan Bahari Polman