TNI Segera Bangun Jembatan Perintis Garuda untuk Buka Akses Warga Tapua Polman
Penulis / Redaksi:
admin
Sabtu, 27 Juni 2026 14:53 WITA
160 tayangan
2 menit baca
POLEWALI MANDAR,- TNI akan membangun Jembatan Perintis Garuda di Desa Tapua, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar). Pembangunan jembatan tersebut diharap mengatasi kesulitan warga akibat jembatan sebelumnya hancur diterjang banjir.
“Insya Allah di lokasi ini akan dibangun Jembatan Perintis Garuda sebagai akses vital masyarakat," kata Dandim 1402/Polman Letkol Inf Ikhwan Arifin dalam keterangannya, Sabtu (27/06/2026)
Rencananya pembangunan tersebut disampaikan Dandim usai melakukan survey lokasi di Desa Tapua, Kecamatan Matangnga, Sabtu (27/06). Dalam peninjauan tersebut, Dandim bersama Danramil Wonomulyo, perangkat desa dan tokoh masyarakat melihat langsung titik rencana pembangunan sekaligus meninjau kondisi medan sebagai dasar pelaksanaan pekerjaan.
“Alhamdulillah hari ini kami turun langsung melakukan survei,” ungkapnya.
Menurut Dandim, pembangunan tersebut merupakan bagian dari Program Jembatan Perintis Garuda yang bertujuan membuka keterisolasian wilayah serta memperlancar akses ekonomi, pendidikan dan pelayanan kesehatan masyarakat.
Dia mengungkapkan, Pangdam XXIII/Palaka Wira Mayjen TNI Jonathan Binsar Parluhutan Sianipar memberikan atensi. Apalagi sebelumnya Kodim 1402/Polman berhasil membangun Jembatan Perintis Garuda di Desa Patampanua, Kecamatan Matakali.
“Pangdam menyampaikan bahwa Kodim 1402/Polman dinilai berhasil menyelesaikan pembangunan sejumlah jembatan dengan kualitas yang baik sehingga kembali dipercaya membangun Jembatan Perintis Garuda,” terang Ikhwan.
Sementara Kepala Desa Tapua, Ahmad menyambut baik rencana pembangunan jembatan tersebut. Menurutnya, masyarakat telah lama menantikan hadirnya akses penyeberangan yang aman setelah jembatan lama hanyut diterjang banjir.
"Alhamdulillah masyarakat sangat bersyukur. Selama lebih dari setahun warga harus menggunakan rakit bambu untuk menyeberang sungai. Kehadiran Jembatan Perintis Garuda tentu menjadi harapan baru bagi kami," tuturnya bahagia.
Ahmad berharap, pembangunan jembatan perintis tersebut menjadi solusi permanen untuk mengatasi kesulitan warga.
"Sekaligus memperkuat konektivitas antarwilayah di Kecamatan Matangnga," pungkasnya.
Untuk diketahui, jembatansepanjang 33 meter hanyut diterjang banjir luapan sungai Masunni akibat tingginya curah hujan yang sejak sepekan mengguyur di Desa Tapua, Kecamatan Matangnga, Rabu (21/05) sekira pukul 16.00 Wita. Putusnya jembatan tersebut menyebaban empat dusun terisolir.
“Ada 4 dusunituterisolir. Sejak satu minggu ini curah hujan tinggi, barusan ini hanyut (jembatan), habis semua,” kata Kepala Desa Tapua, Ahmad kepada wartawan melalui sambungan telepon, Rabu (21/05). (Zik/thaya)
admin
Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.
