TNI Bedah Rumah Gubuk Reyot Wanita Lumpuh Tak Dapat Bansos di Polman
Penulis / Redaksi:
admin
Jumat, 18 September 2026 16:28 WITA
104 tayangan
2 menit baca
POLEWALI MANDAR,- Personel TNI melakukan perbaikan rumah wanita lumpuh bernama Uni (41) di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar). Sehari-hari, ibu satu anak itu harus menjalani hidup dalam kondisi memprihatinkan lantaran tak lagi mendapat bantuan sosial (bansos) gegara masuk kategori Desil 5.
Pembenahan itu dilakukan personel TNI dari Koramil 1402-03/Campalagian, Kodim 1402/Polman. Kehadiran personel TNI disambut haru Uni bersama keluarga dan warga sekitar.
Rumah yang terletak di Desa Katumbangan, Kecamatan Campalagian itu dibongkar dan diperbaiki melalui program karya bakti Kodim 1402/Polman.
Personel TNI bersama aparat desa dan warga setempat bergotong royong mengganti atap dan dinding, memperkuat rangka bangunan, hingga memperbaiki bagian rumah yang selama ini sudah lapuk dan nyaris roboh.
“Hari ini kami langsung mulai memperbaiki rumah Ibu Uni agar lebih layak dihuni. Ini adalah bagian dari bakti TNI kepada masyarakat. Semoga rumah ini menjadi tempat tinggal yang lebih aman dan nyaman bagi ibu dan anaknya,” kata Danramil 1402-03/Campalagian, Kapten Kav Sahabuddin dalam keterangannya, Kamis (17/09/2026).
Dia menjelasakan, karya bakti tersebut merupakan program swadaya Kodim 1402/Polman yang terus dilakukan di berbagai wilayah. Mulai dari rehabalitasi rumah warga kurang mampu, rumah ibadah, hingga panti asuhan.
Selain menjadi bukti nyata kepedulian TNI yang hadir mambantu masyarakat terutama mereka yang menghadapi kesulitan, gerakan sosial ini dilaksanakan untuk menyambut HUT TNI ke-81.
“Semoga apa yang kita bangun bersama pemerintah desa dan masyarakat ini benar-benar membawa manfaat bagi keluarga Ibu Uni,” pungkas Sahabuddin.
Diberitakan sebelumnya Uni yang mengalami kelumpuhan pada kedua kaki hingga membuatnya tidak dapat begerak tanpa bantuan orang lain, tinggal di gubuk berukuran sekira 5x6 meter. Dia terpaksa mengandalkan belas kasih warga, hingga harus berhutang agar mendapatkan sedikit beras untuk kebutuhan sehari-hari.
Sehari-hari, Uni tinggal berdua dengan anak semata wayangnya bernama Sulfa (14) yang saat ini baru duduk di bangku kelas 2 SMP.
Meski telah berulang kali mendapat kunjungan dinas terkait, gubuk Uni tak kunjung mendapat fasilitas bedah rumah bahkan terhenti mendapat bansos bersas, lantaran dirinya masuk kategori Desil 5.
Kepala Desa Katumbangan Nuranda Tato mengaku akan mengupayakan perbaikan data Desil warganya itu melalui mekanismes sanggah yang akan dilakukan operator desa.
“Kita akan berupaya lakukan perbaikan data desil, itu akan kita perbaiki. Kita akan bermohon, kita akan sanggah kalau memang tidak layak di desil yang sekarang ini,” terang Nuranda melalui sambungan telepon. (Zik/thaya)
admin
Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.
