Jumat, 6 November 2026 • 00:00:00 WITA
BREAKING NEWS
PACEKO.com
Menu Navigasi

Terlahir Tanpa Anus, Bayi Malang Di Polewali Butuh Bantuan

Penulis / Redaksi: admin
Sabtu, 13 April 2019 10:03 WITA 2,198 tayangan 2 menit baca
Terlahir Tanpa Anus, Bayi Malang Di Polewali Butuh Bantuan
Foto ilustrasi / Dokumentasi kesehatan - PACEKO.com PACEKO
Bagikan: Disalin!
POLEWALI,- Kondisi memprihatinkan ini dialami Muhammad Fadli, anak kedua pasangan Saleh (25 tahun) dan Ecce (24 tahun), warga Lingkungan Jambu Tua, Kelurahan Darma, Kecamatan Polewali, Kabupaten Polewali Mandar. Diusianya yang masih sangat belia, perut sisi kiri bayi yang lahir pada 17 Februari 2019, harus dibedah diopersi untuk dibuatkan saluran pembuangan kotoran, karena terlahir tanpa anus. Namun kedua orang tua mengaku bingung, pasalnya kendati telah mengantongi surat rujukan dari dokkter RSUD Polewali agar Fadli segera dibawa ke RS Wahidin Makassar untuk menjalani operasi, hal tersebut tidak dapat dilakukan karena keterbatasan biaya, walaupun telah memiliki kartu BPJS Kesehatan. "Jangankan biaya beribat apalagi sampai harus di operasi untuk kebutuhan sehari hari saja kami sangat sulit pak. Saya ini hanya seo rang buruh sementara istri saya hanya ibu rumah tangga," kata Saleh saat ditemui di rumahnya, Sabtu (13/04/19). Kendati mengaku prihatin melihat kondisi anaknya, Saleh dan Ecce juga mengaku tidak dapat berbuat banyak, lantaran tidak memiliki sanak keluarga di Makassar, yang diharapkan bisa membantu termasuk meringankan biaya hidup selama anaknya menjalani perawatan. “ Saya ini hanya  buruh pabrik dengan penghasilan pas-pasan pak, kalaupun ada BPJS untuk makan sehari-hari selama di Makassar saya harus dapatkan dari mana “ ungkapnya lirih. “ Saat ini saja, saya sudah cukup kesulitan untuk mendapatkan uang membeli kantong kolostomi yang menjadi wadah menampung kotoran Fadli yang saat ini keluar dari saluran sementara di perutnya “ sambung Saleh. Baik Saleh maupun Ecce istrinya, sangat mengharapkan bantuan pemerintah dan dermawan agar anaknya dapat menjalani operasi agar kelak dapat tubuh seperti anak normal lainnya. “ Sekarang kami hanya dapat pasrah, semoga ada sedikit perhatian dari pemerintah, atau dermawan yang mau mengulurkan tangan membantu biaya pengobatan Fadli “ harap Becce sembari tertunduk melihat kondisi anaknya. Sehari-hari Saleh dan keluarganya tinggal pada sebuah rumah gubuk berukuran 3x2 meter yang dibangun secara swadaya oleh warga, di atas tanah yang dipinjamkan salah seorang warga setempat. (Thaya)    
Iklan Sponsor728 × 90 px (In-Article)
Telkomsel 5G Sulbar - Jaringan Internet Super Cepat & Kuota Melimpah
admin

Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.

Iklan Sponsor728 × 90 px (After-Article)
Pesona Wisata Mandar - Eksplorasi Budaya & Keindahan Bahari Polman