SPPG Tabulahan Mamasa Ditutup Imbas 20 Siswa Diduga Keracunan MBG
Penulis / Redaksi:
admin
Selasa, 29 September 2026 20:41 WITA
159 tayangan
2 menit baca
MAMASA,- Badan Gizi Nasional (BGN) menjatuhkan sanksi penutupan sementara dapur Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) Tabulahan di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar) imbas 20 siswa diduga keracunan usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG). BGN juga meminta maaf dan memastikan para korban mendapat penanganan medis.
“Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas kejadian fatal dugaan kejadian luar biasa keamanan pangan (KLB KP) yang terjadi di SPPG Mamasa Tabulahan. SPPG ini akan di-suspend selama 20 hari kalender ke depan,” kata Koordinator Wilayah SPPG Sulbar, Firazh Ahmadillah kepada wartawan melalui pesan singkat, Senin malam (28/09/2026).
Dia menegaskan, sanksi tersebut dijatuhkan sebagai langkah evaluasi sembari menunggu hasil uji laboratorium terhadap makanan yang diduga menjadi penyebab belasan murid mengalami gejala keracunan.
“Suspend adalah langkah evaluasi yang dilakukan BGN untuk investigasi serta menunggu hasil uji laboratorium makanan (diduga penyebab murid keracunan),” jelasnya.
Firazh menyebut saat ini BGN fokus terhadap penanganan semua siswa yang terdampak gejala keracunan. Dia memastikan semuanya mendapat penanganan medis.
“Perawatan pasien yang terdampak merupakan prioritas utama kami,” pungkasnya.
Sementara Kepala Puskesmas Tabulahan, Iryana mengungkap jumlah korban diduga keracunan usai menyantap menu MBG sudah mencapai 20 orang.
"Untuk update laporan penanganan dugaan keracunan MBG di wilayah Puskesmas Tabulahan hingga hari ini siswa yang ditangani mencapai 20 orang," terangnya melalui pesan singkat, Selasa (29/09/2026).
Dari total 20 siswa tersebut, Iryana mengatakan sebanyak 9 orang masih menjalani perawatan di Puskesmas Tabulahan. Sementara siswa lainnya telah diperbolehkan pulang, sedangkan satu siswa dirujuk ke rumah sakit di Mamuju.
"Ada 9 orang yang masih dirawat, diinfus, 1 orang masih observasi, 9 orang sudah pulang dan 1 orang dirujuk ke rumah sakit di Mamuju," bebernya.
Iryana menuturkan, para siswa yang dievakuasi ke Puskesmas Tabulahan untuk mendapatkan perawatan berasal dari empat sekolah berbeda. Mereka mengalami sejumlah gejala yang hampir sama, mulai dari mual, muntah, sakit perut, sakit kepala hingga sesak napas.
"14 org siswa dari SMPN 1 Tabulahan, 4 orang dari SMK 1 Tabulahan, 1 orang dari SMPN 6 Tabulahan dan 1 orang dari SD 017 Pepatian. Gejalanya sama, seperti mual, sakit perut, sakit kepala hingga sesak," tandasnya.
Diberitakan sebelumnya, sebanyak 12 siswa SMPN 1 Tabulahan dievakuasi ke Puskesmas setelah mengalami mual dan pusing diduga keracunan menu MBG. Gejala tersebut muncul setelah para siswa mengonsumsi daging ayam yang disebut berbau dalam menu MBG.
"Informasi pertama saya dapatkan dari gurunya yang menelpon, bahwa ada anaknya sekitar 4 orang mengalami gejala sakit perut, sakit kepala, mual bahkan ada yang sesak usai mengkonsumsi MBG," kata Kepala Puskemas Tabulahan, Iryana. (thaya)
admin
Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.
