Siswi Peserta Kemah Pramuka di Mamasa Tewas usai Tenggelam di Sungai
Penulis / Redaksi:
admin
Jumat, 14 Agustus 2026 21:57 WITA
264 tayangan
2 menit baca
MAMASA,- Seorang gadis cilik berinisial AS (10) tewas usai tenggelam di Sungai Saluawan, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar). Korban merupakan salah satu peserta kemah Pramuka yang berlangsung di sekitar lokasi.
“1 korban, awalnya sempat dinyatakan selamat di Puskesmas tapi meninggal pada saat dirujuk ke rumah sakit,” kata Kapolsek Sumarorong, Iptu M Isfan Fajar Satrio melalui sambungan telepon, Jumat malam (14/08/2026).
Peristiwa naas itu terjadi di Sungai Saluawan, Desa Rippung, Kecamatan Messawa, Jumat (14/08) sekira pukul 16.00 wita. Korban yang masih berstatus murid sekolah dasar (SD) ke sungai untuk mandi-mandi bersama tiga rekannya.
“Peserta kegiatan pramuka, pelajar SD. Sekitar pukul empat (sore) korban dan tiga temannya menuju sungai untuk mandi yang berjarak sekitar 300 meter dari lokasi perkemahan pramuka,” ungkapnya.
Saat berada di sungai, korban diduga terbawa arus ke bagian sungai yang cukup dalam. Korban yang diduga tidak bisa berenang kemudian tenggelam.
“Saat mandi, korban terbawa arus ke tempat yang cukup dalam dan tenggelam karena diduga tidak bisa berenang,” tuturnya.
Peristiwa tersebut diketahui setelah rekan-rekan korban berupaya mencari bantuan. Salah seorang saksi kemudian berlari kembali ke lokasi perkemahan untuk memberitahukan kejadian itu kepada guru dan pendamping.
“Saksi kemudian menuju lokasi perkemahan untuk mencari bantuan. Kemudian pihak guru dan pendamping meminta tolong ke kami (polisi) untuk segera ke tkp melakukan penyelamatan,” terang Isfan.
Menurut Isfan, korban bersama tiga rekannya pergi ke sungai tanpa didampingi guru ataupun pengawas kegiatan pramuka. Keempatnya juga disebut menuju lokasi tersebut tanpa sepengetahuan pendamping.
“Tidak ada pendampingan, tanpa sepengetahuan pendamping,” ucapnya.
Isfan mengatakan, peristiwa tersebut telah dilaporkan kepada Polres Mamasa. Selanjutnya, Satreskrim Polres Mamasa akan melakukan penyelidikan untuk mengungkap secara pasti rangkaian kejadian dan penyebab tenggelamnya korban.
“Sudah saya laporkan ke Reksrim yang akan turun ke lokasi untuk mengumpulkan keterangan lebih lanjut,” tandasnya.
Pasca kejadian, kegiatan perkemahan pramuka tersebut terpaksa dihentikan. Apalagi sejumlah wali murid dikabarkan telah datang ke lokasi perkemahan untuk menjemput anak-anak mereka untuk dibawa kembali pulang ke rumah.
“Tadi saya ambil langkah untuk sementara kegiatan dihentikan sementara waktu sampai ada pemberitahuan lebih lanjut. Untuk keselamatan peserta, apalagi sudah banyak warga yang jemput anaknya untuk pulang,” tutupnya. (thaya)
admin
Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.
