Sempat Dievakuasi Warga usai Terdampar di Polman, Paus 5 Meter Ditemukan Mati di Majene
Penulis / Redaksi:
admin
Sabtu, 7 Maret 2026 18:21 WITA
187 tayangan
3 menit baca
MAJENE,- Paus sepanjang 5 meter yang sempat terdampar dengan kondisi tubuh penuh luka di Pantai Palippis, Kabupaten Polewali Mandar, ditemukan mati di saluran tambak warga di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat (Sulbar). Bangkai paus itu lalu ditenggelamkan di laut dalam setelah diberi pemberat dari batu.
“(Bangkai paus) ditarik pakai perahu nelayan ke tengah laut lalu ditenggelamkan setelah diikat dengan batu,” kata relawan Kobar Lestari Majene, Hasria kepada wartawan melalui sambungan telepon, Sabtu (07/03/2026).
Mamalia laut itu awalnya ditemukan warga dalam kondisi sekarat terjebak diantara tanaman bakau sekitar pantai Barane, Kelurahan Baurung, Kecamatan Banggae, Jumat sore (06/03) sekira pukul 17.00 Wita. Setelah dievakuasi warga, paus tersebut kembali hingga akhirnya masuk ke saluran air tambak warga berjarak sekira 300 meter dari pantai.
“Warga sempat berupaya mendorong paus tersebut keluar namun kembali masuk ke saluran air, sampai di dalam tambak warga jaraknya sekira 300 meter dari bibir pantai,” ungkap Hasria.
Menurut Hasria, paus tersebut hanya bertahan sesaat hingga akhirnya mati. Proses evakuasi paus dilakukan warga setempat, Sabtu pagi (07/03) sekira pukul 08.00 Wita.
“Tidak bertahan lama setelah terbawa arus masuk ke saluran air, sempat bergerak sebentar lalu diam (mati). “Dievakuasi pagi tadi, diikat tali baru ditarik menuju bibir pantai. Nanti di pantai di tarik pakai perahu ke tengah lautan,” tuturnya.
Hasria memastikan, paus yang mati di Majene adalah paus sama yang sempat ditemukan terdampar di pantai Palippis, Desa Bala, Jumat siang kemarin (6/3) sekira pukul 12.00 Wita. Dia menyebut, bangkai paus itu ditenggelamkan pada kedalaman 100 meter.
“Paus sama (yang terdampar) di pantai Palippis. Ditenggelamkan pada kedalaman sekira 100 meter,” tandasnya.
Sementara penggiat bahari Mandar, Ashari menyebut paus yang mati usai ditemukan terdampar adalah jenis paus pembunuh palsu atau false killer whale.
“Jenis false killer whale, paus pembunuh palsu kalau istilah indonesianya. Sejenis lumba-lumba,” jelasnya melalui pesan singkat.
Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan, Ashari menemukan sejumlah luka di tubuh paus, baik yang masih baru maupun sudah lama.
“Di bagian perut banyak luka baru karena kena karang. Banyak juga bekas luka akibat bertarung sesamanya,” jelas Ashari.
Selain itu, dia juga menyebut jika sekujur tubuh paus dipenuhi parasit yang dapat menggangu sistem kekebalan tubuh serta berpengaruh pada organ vital.
“Secara alami parasit yang terlalu banyak bisa mempengaruhi sistem kekebalan tubuhnya (paus), terkadang berpengaruh ke organ vital. Jadi makin lama makin lemah fisiknya, sehingga berkurang kemampuan berenang dan mencari makan,” pungkas Ashari.
Diberitakan sebelumnya, seekor paus sepanjang 5 meter terekam kamera dan viral di media sosial (medos) saat terdampar dengan kondisi terluka di pesisir pantai Palippis, Kabupaten Polewali Mandar (Polman). Warga lalu berupaya mendorong paus tersebut kembali ke perairan dalam.
“Ukurannya sekitar 5 meter dari kepala sampai ekor,” kata salah satu warga, Said Hidayah melalui pesan singkat. (thaya)
admin
Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.
