Senin, 9 November 2026 • 00:00:00 WITA
BREAKING NEWS
PACEKO.com
Menu Navigasi

Semangat Tukang Kayu Difabel di Polman, Berharap Perhatian Pemerintah

Penulis / Redaksi: admin
Selasa, 22 Maret 2022 19:16 WITA 517 tayangan 2 menit baca
Semangat Tukang Kayu Difabel di Polman, Berharap Perhatian Pemerintah
Foto ilustrasi / Dokumentasi Sosial - PACEKO.com PACEKO
Bagikan: Disalin!
LUYO,- Seorang pria tampak hilir mudik di samping rumahnya. Ia bersemangat mengatur peralatan pertukangan dan menyeret beberapa batang balok kayu. Walau kondisi fisiknya tidak seperti orang kebanyakan, ia tetap semangat menjalani hidup. Namanya Hasan, warga Dusun Patto-patto, Desa Luyo, Kecamatan Luyu, Kabupaten Polewali Mandar. Sudah hampir enam tahun lamanya, pria berusia 41 tahun ini hanya mengandalkan kaki kanan untuk beraktivitas. Kaki kiri Hasan terpaksa diamputasi hingga sebatas paha usai mengalami kecelakaan lalu lintas di Tawau, Malaysia. “Saya mengalami kecelakaan di Tawau saat bermotor bersama istri dan kedua anak saya," kata Hasan saat ditemui di rumahnya, Selasa (22/03/2022). Sejak pulang dari perantauan dengan tubuh yang tidak sempurna lagi, ia menjalani hidup dengan tabah sebagai tukang kayu di kampung halaman, sambil membesarkan dua anaknya. Ia mengaku sempat merasa bingung, tidak tau harus berbuat apa dengan kondisi yang dialaminya. Hingga akhirnya salah satu saudara mengajaknya ikut bekerja sebagai tukang kayu. Bekerja sebagai tukang kayu dengan kondisi fisik yang terbatas, diakui merupakan pilihan untuk dijalani, demi kebutuhan kedua anaknya. Pekerjaan ini ditekuni dengan sabar, berharap tidak menjadi beban bagi orang lain. “Awalnya saya sempat merasa ragu, apalagi salama di rantau saya hanya bekerja di perkebunan kelapa sawit. Tapi saya tetap berusaha untuk sabar dan terus belajar menjadi tukang kayu,”terang Hasan. Bermodal keyakinan dan tekad yang kuat, Hasan berusaha bangkit, dan menyemangati dirinya agar menjadi orang bermanfaat, walau dalam kondisi terbatas. “Hanya saja saya kadang merasa sedih, karena dengan kondisi saya seperti sekarang ini, banyak yang meragukan. Mereka tidak percaya, jika saya mampu menyelesaikan tanggung jawab yang diberikan untuk pekerjaan yang saya tekuni sekarang ini,”tuturnya lirih. Untuk menunjang pekerjaannya, Hasan berharap bantuan kelengkapan peralatan pertukangan. Alat yang digunakan selama ini masih sangat sederhana. Sebagai penyandang disabilitas fisik, Hasan mengaku, pekerjaannya akan lebih mudah jika memiliki peralatan yang dioperasikan dengan tenaga listrik. Selama ini, Hasan tidak hanya melayani pesanan yang dikerjakan di samping rumahnya Pekerjaan di rumah atau tempat yang membutuhkan jasanya, juga dilayani dengan senang hati. Hasan menyatakan sangat bersyukur tetap bisa mengemudi sepeda motor, walau hanya bertumpu pada kaki kanan. Tapi, harus sepeda motor matik. "Kalau bukan matik, saya kesulitan dengan hanya sebelah kaki," ungkapnya. Dua tahun lalu, Hasan pernah dijanjikan bantuan oleh Bupati Polman. Namun, hingga kini tidak ada kabar nasib permohonan yang diajukan. Hasan tentu akan gembira dan bersyukur jika ada yang berkenan membantu peralatan, dan modal usaha. (emd/thaya)
Iklan Sponsor728 × 90 px (In-Article)
Telkomsel 5G Sulbar - Jaringan Internet Super Cepat & Kuota Melimpah
admin

Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.

Iklan Sponsor728 × 90 px (After-Article)
Pesona Wisata Mandar - Eksplorasi Budaya & Keindahan Bahari Polman