Kamis, 5 November 2026 • 00:00:00 WITA
BREAKING NEWS
PACEKO.com
Menu Navigasi

SDN 024 Tabang Leleang di Polman Hanya Terima 3 Siswa Baru, Total Murid  11 Orang

Penulis / Redaksi: admin
Kamis, 16 Juli 2026 17:03 WITA 247 tayangan 3 menit baca
SDN 024 Tabang Leleang di Polman Hanya Terima 3 Siswa Baru, Total Murid  11 Orang
Foto ilustrasi / Dokumentasi Pendidikan - PACEKO.com PACEKO
Bagikan: Disalin!
POLEWALI MANDAR,- Sejumlah sekolah dasar negeri di wilayah pedalaman Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar) kekurangan peserta didik baru pada tahun ajaran 2026/2027. Kondisi tersebut dipengaruhi minimnya jumlah penduduk dan rendahnya angka kelahiran dikaitkan dengan dampak keberhasilan program Keluarga Berencana (KB). Salah satunya terjadi di SD Negeri 024 Tabang Leleang, Desa Todang-Todang, Kecamatan Limboro. Berbeda dengan sekolah-sekolah di kawasan perkotaan yang dipenuhi aktivitas siswa, suasana di sekolah ini tampak lengang karena jumlah murid yang sangat sedikit. Pada penerimaan peserta didik baru tahun ini, SDN 024 Tabang Leleang hanya menerima tiga siswa baru. Meski demikian, jumlah tersebut meningkat dibandingkan tahun ajaran sebelumnya yang hanya menerima satu siswa. “Pada tahun ajaran 2026-2027 ini hanya menerima tiga siswa. Alhamdulillah ada sedikit peningkatan, tahun lalu kita hanya menerima satu orang siswa,” kata Kepala SDN 024 Tabang Leleang, Muhammad Anas kepada wartawan, Kamis (16/07/2026). Menurutnya, tambahan 3 siswa tersebut membuat seluruh murid di sekolah ini kini berjumlah sebelas 11 orang. Rinciannya, murid kelas I sebanyak tiga orang, kelas II satu orang, kelas III tiga orang, kelas IV satu orang, kelas V satu orang dan kelas VI dua orang. "Total siswa 11 orang," ujar Anas. Lanjut Anas mengungkapkan, sedikitnya jumlah peserta didik baru dipengaruhi beberapa faktor. Selain jumlah penduduk yang terbatas dan rendahnya angka kelahiran, banyaknya sekolah di wilayah yang sama juga membuat jumlah calon siswa terbagi. “Yang jadi kendala karena di desa Todang-Todang ini jumlah penduduknya sedikit, kurang lebih 200 kepala keluarga saja, sementara sekolah dasar negeri ada empat tambah satu madrasah. Angka kelahiran juga memang kurang, mungkin karena faktor keberhasilan program keluarga berencana mempengaruhi,” terangnya. “Selain itu banyak warga pindah ke desa lain karena waktu itu jalan masih rusak parah, sehingga jumlah anak yang bersekolah di sini ikut berkurang,” sambung Anas meyakinkan. Untuk mempertahankan keberlangsungan sekolah, kepala sekolah bersama para guru berinisiatif mengumpulkan dana secara swadaya guna membeli dua stel seragam yang akan diberikan secara gratis untuk setiap peserta didik baru. Cara itu diharap dapat menarik minat anak-anak untuk bersekolah di tempat ini. “Salah satu cara yang kami lakukan untuk menarik minat anak-anak, kita patungan dengan guru-guru untuk membelikan seragam baru yang akan diberikan kepada murid baru, baju putih dan batik. Sebagai bentuk motivasi agar orang tua tertarik menyekolahkan anaknya di sini," pungkasnya. Meski jumlah peserta didik sangat terbatas, Anas memastikan proses belajar mengajar tetap berjalan dengan baik dan tidak mengalami hambatan berarti. Pihak sekolah berharap dukungan dari pemerintah serta semua pihak terkait agar jumlah peserta didik di SDN 024 Tabang Leleang dapat kembali meningkat. Sehingga sekolah tetap dapat memberikan layanan pendidikan bagi masyarakat di wilayah pedalaman ini. (thaya)
Iklan Sponsor728 × 90 px (In-Article)
Telkomsel 5G Sulbar - Jaringan Internet Super Cepat & Kuota Melimpah
admin

Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.

Iklan Sponsor728 × 90 px (After-Article)
Pesona Wisata Mandar - Eksplorasi Budaya & Keindahan Bahari Polman